Cedera Pemain, Rusak Skema Permainan SFC

43
SFC vs Madura United

Palembang, Sumselsatu.com – Sriwijaya FC (SFC) gagal memenuhi targetnya untuk mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Madura United, pada lanjutan Liga 1 Indonesia, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (27/5/2017) malam.

Ketidakoptimalan SFC untuk meraih kemenangan karena kondisi fisik yang tidak maksimal, serta banyaknya pemain yang cedera sehingga merusak skema permainan Laskar Wong Kito.

Pelatih SFC Oswaldo Lessa mengatakan, sulit untuk merotasi taktik pemain dengan banyaknya pemain yang diterpa cedera. Di antaranya kiper Teja Paku Alam yang masih absen, Bio Paulin, dan Firdaus Ramadhan yang terkena akumulasi kartu.

Kondisi Alberto Goncalves dan Hilton Moreira yang belum sepenuhnya fit, menambah kurangnya daya dobrak SFC.

“Sulit karena banyak pemain cedera, Yanto Basna mendapat cedera. Hilton juga 15 menit akhir minta diganti, tidak bisa lagi karena habis pergantian. Itu membuat sulit untuk mengubah taktik formasi bermain agar bisa lebih menyerang,” jelasnya.

Dengan banyaknya pemain yang cedera selama pertandingan berlangsung, membuat Lessa harus ‘memutar otak’ untuk melakukan pergantian pemain yang tepat.

“Hilton tadi cidera, banyak pemain yang cedera malam ini. Jadi harus berfikir cepat mengganti pemain dan mengubah formasi. Kami masih kerja untuk mencari formasi ideal,” ujarnya.

Lessa menyebut, pertandingan melawan Madura United cukup berat. Tiap pertandingan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

“Madura bermain lebih bagus. Kami melakukan kesalahan di babak pertama soal penguasaan bola. Kami masih harus kerja keras lagi untuk memperbaiki tim. Kami harus belajar untuk memperbaiki itu. Di awal babak kedua kami mulai hidup, terus mengejar untuk cetak gol. Tetapi, banyaknya pemain cedera membuat sulit,” tambah pelatih asal Brasil itu.

Lessa juga menyebut bahwa keputusannya untuk memainkan Ichsan Kurniawan sejak menit awal sudah tepat dan mantan pemain Timnas Indonesia U-19 itu mampu menjadi benteng di lini tengah.

“Jika ada kesalahan dari Ichsan, itu sangat wajar untuk pemain yang sudah 7 bulan absen. Secara umum dia punya kualitas tinggi, Hilton juga demikian karena sudah lama dia tidak bermain di lini depan lagi,” kata Lessa.

Lessa juga memberikan sedikit penilaian terhadap Tijani Belaid yang ditarik keluar pada awal babak kedua.

“Dia masih terus beradaptasi. Saat penguasaan bola dia sangat membantu namun berbeda jika saat ditekan lawan. Di Indonesia, tidak cukup skill tinggi saja dan kemampuannya juga belum 100 persen,” ia menuturkan.

Lebih lanjut, mantan Pelatih Persipura Jayapura itu menuturkan, timnya harus segera melupakan hasil tersebut. Mereka pun harus menatap laga berikutnya melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, 1 Juni nanti, dengan penuh optimistis.

“Tetap berpikir ke depan, mengejar poin penuh saat menghadapi Persela di pertandingan selanjutnya. Jika mendapat poin lagi di Lamongan, kondisi akan lebih baik lagi. Posisi tim akan kembali naik, mental pemain juga akan kembali bagus, dan kami berupaya untuk kejar itu,” tegasnya.

Sementara itu, bek SFC Bobby Satria juga menyampaikan hal yang senada dengan Lessa. Bobby pun sempat menyelamatkan gawang SFC dari kebobolan, setelah menghalau tendangan Saldi dari mulut gawang.

“Untuk penyelamatan itu, sebenarnya setiap pertandingan hal yang wajar. Karena setiap pemain yang melakukan kesalahan, memang harus ada pemain yang mengcover. Kebetulan saya yang berada di belakang, jadi harus melakukan penyelamatan itu, sama seperti pemain lain. Karena kami tim, jadi memang sudah seharusnya saling menutupi masing-masing kesalahan yang dilakukan teman,” jelas Bobby.

Sementara Pelatih Madura United Gomes De Oliveira menyebut seharusnya anak asuhnya bisa memenangkan pertandingan ini andai lebih tenang dalam penyelesaian akhir.

“Pertandingan berjalan baik, namun memang ada sedikit emosi dari pemain di lapangan. Seharusnya Madura United bisa memenangkan laga malam ini karena banyak mendapatkan peluang,” ungkap pelatih asal Brasil.

Gomes pun tidak terlalu kecewa dengan hasil imbang di kandang SFC karena ia menganggap timnya bermain baik sepanjang 90 menit, terus menyerang, dan mengontrol pertandingan.

“Kami mempersiapkan pertandingan dengan latihan yang baik dan beruntung hingga kini tidak ada pemain yang cedera. Kompetisi masih panjang tetapi kami sudah di jalur yang benar untuk perebutan juara,” ucapnya.

Dengan hasil imbang ini, SFC masih tertahan di posisi delapan dengan 11 poin dari delapan laga. Sementara MU turun ke posisi tiga dengan raihan 13 poin. (ari/son)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here