Daerah Tertinggal, Kabupaten Mura Masuk Nominator 10 Besar IGA 2017

93
TINJAU---Bupati Mura, H Hendra Gunawan (tengah) bersama tim penilai IGA tahun 2017 meninjau salah satu di antaranya desa inovasi di Kabupaten Mura.

Musi Rawas, SumselSatu.com

Kabupaten Musi Rawas (Mura) salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ditetapkan pemerintah pusat predikat daerah tertinggal. Namun, usaha Pemkab Mura keluar dari predikat tersebut. Sehingga, masuk nominator sepuluh besar Innovative Goverment Award (IGA) tahun 2017.

Ketua Tim Penilai Innovative Goverment Award (IGA) tahun 2017 Dr Dra Rochayati Basra, MPd, mengatakan pihaknya telah melakukan rangkaian peninjauan di Kabupaten Mura selama satu hari. Peninjauan ini merupakan tahapan selanjutnya dari proses seleksi penentuan peraih penghargaan IGA 2017.

Setelah sebelumnya pada Selasa, (31/10/2017) lalu Bupati Kabupaten Mura, H Hendra Gunawan memaparkan beberapa inovasi andalan Kabupaten Mura di hadapan Tim Penilai. Di antaranya inovasiĀ  di bidang Keagamaan dan Pelayanan Publik di The Acacia Hotel, Jakarta.

Menurutnya, berdasarkan data yang dipaparkan. Tim Penilai yang terdiri dari berbagai instansi pusat turun langsung Ke Kabupaten Mura meninjau beberapa inovasi tersebut. Tim Penilai beserta Bupati Mura dan jajarannya langsung menuju ke Dusun 1 Jaya Desa Bangun Rejo Kecamatan Sukakarya.

Untuk meninjau proses pembuatan gula tebu yang merupakan salah satu Inovasi Kabupaten Mura. Bersama Ketua TP PKK Mura, Hj Noviar Hendra Gunawan.

“Beberapa olahan dari tebu berupa gula tebu, bandrek, dan es tebu juga dicicipi oleh Tim Penilai. Rasanya enak dan dapat dijadikan produk olahan seperti permen kemasan”, ujar Ketua Tim Penilai, Rochayati Basra saat mencicipi Gula Tebu. Senin (27/11/2017).

Sementara itu, Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengatakan bahwa saat ini 50 persen wanita di Kabupaten Mura sudah menunjukan produktifitasnya berkat kerja keras Ketua TP PKK beserta tim lainnya.

Tidak hanya itu, ketika dilakukan peninjauan Kabupaten Mura juga memiliki inovasi kampung hijau di Desa Ciptodadi dengan lahan Gertam Cabai dan Desa Jayabakti menjadi lokasi Gertam dalam skala kecil kebun bibit desa.

“Kita harapkan masyarakat Mura memanfaatkan setiap jengkal tanah guna meningkatkan perekonomian. Karena lahan yang ada jika dimanfaatkan memberikan nilai ekonomi tinggi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” jelas Bupati Mura, H Hendra Gunawan.

Selain itu, Tim Penilai meninjau lokasi ke Mushola Darussalam SD Negeri 1 Sumber harta guna meninjau Inovasi di Bidang Keagamaan (Kurikulum Darussalam). Peninjauan juga dilakukan Gerakan Musi Rawas Sempurna Sehat (GMSS) di Dsa Sumber Sari Kecamatan Sumber Harta.

“Di lokasi tersebut tim penilai langsung meninjau Inovasi di bidang e-KTP dan sosialisasi pemilihan kepala desa menggunakan metode e-Voting yang dikelola Diskominfo Kabupaten Mura,” katanya.

Dia menjelaskan tim penilai juga secara langsung mencoba proses pemilihan menggunakan metode e-Voting dan merasa sangat puas dengan inovasi ini. Peninjauan kembali dilanjutkan ke Desa Karang Panggung Kecamatan Selangit meninjau proses pembuatan Kopi Selangit yang juga merupakan salah satu Inovasi andalan Kabupaten Mura. Diharapkan kerja keras dan Inovasi ini dapat membawa Kebanggaan dan memajukan Kabupaten Mura.

“Kami merasa sangat senang karena terpilih sebagai salah satu nominator dari sepuluh Kabupaten dan satu-satunya Kabupaten dari Pulau Sumatera yang dianggap memberikan berbagai Inovasi di berbagai bidang. Tujuan utama inovasi ini tidak lain hanyalah salah satu jalan membawa Kabupaten Musi Rawas ke arah yang lebih baik, keluar dari predikat daerah tertinggal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. #gky/adv

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here