Danrem 044/Gapo : Sinergisitas Terpadu Fokus Program Daerah Polemik Rawan Karhutla

51
SOSIALISASI---Danrem 044/Gapo, Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo didampingi Dandim 0406/MLM, Letkol Kav Dodi Syamsurizal melakukan sosialisasi penanganan karhutla di Pemkab Mura.

Musi Rawas, SumselSatu.com

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi skala prioritas. Dan diperlukan sinergisitas antar instansi dengan fokus membuat program terintegrasi menangani daerah yang berpotensi karhutla akibat pembukaan lahan karena polemik antara masyarakat dan kalangan swasta.

Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi pencegahan karhutla bersama Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera oleh Danrem 044 Garuda Dempo Palembang, Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, dihadiri perwakilan Kementerian KLH Ir Deni Martin, MSi, Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, Sekda Mura, H Isbandi Arsyad, Dandim 0406/MLM, Letkol Kav Dodi Syamsurizal dan para Danramil jajaran Kodim 0406/MLM serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Audutorium Pemkab Mura, Senin (4/12/2017) sekira pukul 10.00 WIB.

Danrem 044 Garuda Dempo Palembang, Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus ada sinergisitas antar institusi. Sehingga, fokus terhadap daerah yang benar-benar perlu dilakukan penanganan.

“Selama ini sosialisasi selalu dilakukan. Namun, terjadi peningkatan sinergisitas program penanganan karhutla terhadap daerah yang betul dibutuhkan pembukaan lahan. Karena selama ini daerah itu terjadi polemik antara milik masyarakat atau swasta,” tegas Danrem 044/Gapo, Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo.

Menurutnya, penanganan karhutla didaerah polemik antara warga dan perusahaan menjadi penting. Sehingga, sekarang difokuskan penanganan karhutla secara terintergrasi. Dengan mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dan yang terakhir baru penegakan hukum mengusut, menangkap dan terakhir tembak ditempat kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Selama ini untuk penanganan kathutla difokuskan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, OKI dan Musi Banyuasin. Saya minta perluasan wilayah karena ada juga yang berpotensi karhutla seperti di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Kecamatan Muara Lakitan,” jelas dia.

Kolonel Inf Kunto menjelaskan di wilayah tersebut terjadi pengembangan dan spot yang ada cukup tinggi. Karena lokasi yang jauh dan tidak tercover oleh instansi pemerintah. Sehingga, untuk penanganannya dilakukan terpadu antara pemerintah, swasta, TNI/Polri mendatangi dan memberikan pemahaman ke masyarakat untuk tidak membakar saat membuka lahan.

Seperti yang dilakukan di Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Mura. Dimana, kepada para masyarakat diberikan cairan Bios 44 untuk dipergunakan saat membuka lahan. Bukan melakukan pembakaran.

“Nah, langkah itu efektif dan berjalan. Artinya, kita berikan solusi kepada mereka tentunya terpadu seluruh pihak berperan menangani permasalahan karhutla,” katanya.

Sementara itu, Wabup Mura, Hj Suwarti menegaskan penanganan karhutla menjadi perhatian semua instansi pemerintah dengan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan saat membuka lahan pertanian.

Seperti sekarang Danrem 044/Gapo, Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo senantiasa turun ke lapangan memberikan pemahaman dan solusi kepada masyarakat terkait zat Bios 44. Tidak hanya untuk pertanian, perikanan dan penanganan karhutla.

“Kita sambut baik langkah Korem 044/Gapo yang terus berkesinambungan memberikan bantuan di masyarakat Kabupaten Mura. Khususnya solusi dan penanganan karhutla saat ini,” pungkasnya. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here