Diresmikan, RPH Ruminansia Modern Gandus Mampu Potong Hingga 400 Hewan/Hari

38
RPH MODERN ---- Gubernur Sumsel H Herman Deru memotong pita saat meresmikan RPH Modern Gandus Palembang, Kamis (24/1/2019). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Rumah potong hewan (RPH) Ruminansia Gandus, Palembang memiliki kemampuan memotong 200 hingga 400 ekor sapi/kerbau setiap hari. RPH modern ini diresmikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kamis (24/1/2019).

Gubernur meminta kepada para penjual daging di pasaran dalam Kota Palembang untuk mengecek secara selektif asal muasal daging yang masuk dari luar daerah. Termasuk juga asal sapi atau kerbau yang akan dipotong di RPH harus melewati tahapan pengecekan kesehatan hewan.

“Masyarakat luas perlu mendapat pengetahuan tentang asal muasal daging, karena ini terkait dengan kesehatan hewan dan daging. Termasuk bagaimana penyembelihan hewannya. Apakah sesuai tata cara Islam atau harus ada label  halal,” kata mantan Bupati Oku Timur dua periode itu.

Menurut Herman Deru, selama ini kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat belum maksimal. Karena itu dia menyarankan kepada Walikota Palembang, Harnojoyo, untuk membuat tim yang bertugas memfilter terkait dengan kelayakan daging yang dijual di pasaran. Sehingga masyarakat tidak dirugikan, selain terus mengoptimalkan penggunaan RPH Modern Gandus.

“Sejauh ini kita nilai Pemerintah Kota Palembang telah mampu melaksanakan pemotongan hewan dengan sehat dan halal,” ujar Gubernur seraya menambahkan bahwa Pemprov Sumsel akan membantu pengadaan lokasi RPH unggas.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Samsul Maarif, dalam pidatomya meminta Pemprov Sumsel melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait membuat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk  RPH Modern Gandus.

“NKV ini adalah sertifikasi sebagai pengakuan internasional bahwa daging yang dipotong RPH ini layak dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Dibuatnya NKV bagi RPH untuk memunculkan daya saing yang sehat,” jelas Samsul Maarif.

Selain NKV, Samsul Maarif menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi RPH. NKV dan sertifikasi halal diperlukan, sebab telah banyak negara luar yang ingin memasukkan produknya ke Indonesia.

Menurut Samsul Maarif, RPH yang baik adalah yang memiliki rumah peristirahatan untuk kesejahteraan hewan tersebut sebelum disembelih.

“Kebutuhan daging nasional sebanyak 660 ribu ton per tahun, sementara dalam negeri hanya mampu menyumbang sebesar 50,66 persen atau hanya memenuhi 401 ribu ton daging,” imbuhnya.

Di lain pihak, Walikota Palembang Harnojoyo menyampaikan terima kasihnya kepada Gubernur Sumsel Herman Deru yang telah bersedia hadir dan meresmikan RPH Modern Gandus.

“Kami sampaikan juga kepada pak Gubernur, dari luas lahan 10 hektar ini, baru 5 hektar yang digunakan untuk RPH Modern. Kami belum memiliki RPH unggas. Untuk itu, kami mohon bantuan provinsi untuk pengadaannya,” kata Harnojoyo.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti menjelaskan, selain RPH Modern yang berdiri di kawasan seluas 10 hektar, juga terdapat kantor Dinas Pertanian, UPTD Kesehatan Hewan, juga laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner. Pihaknya juga akan menerbitkan Perda No 2 Tahun 2019 tentang Kesehatan Hewan.

“Kapasitas RPH Modern Gandus dapat melakukan pemotongan hewan sebanyak 200 hingga 400 ekor/hari, dan baru 40 persen di antaranya dapat memenuhi kebutuhan daging di Kota Palembang,” ujar dia. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here