Ditekuk Persela, Ini Alibi Oswaldo Lessa

71
Pelatih Sriwijaya FC Oswaldo Lessa

Lamongan, Sumselsatu.com – Sriwijaya FC (SFC) menelan kekalahan 1-2 saat bertandang ke markas Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (1/6/2017) malam. Meski kalah, Pelatih SFC Oswaldo Lessa justru menilai timnya bermain bagus meski tidak diperkuat beberapa pemain andalannya.

Pada laga ini, SFC tidak diperkuat Bio Paulin dan Yanto Basna yang masih dibekap cedera. Lessa sempat melakukan ekperimen dengan menempatkan Zalnando, Firdaus Ramadhan, dan Marckho Sandy Merauje, dan Bobby Satria sebagai kuartet pertahanan.

Meski sempat memimpin melalui gol Alberto ’Beto’ Goncalves pada menit ke-58, SFC harus pulang dengan nol poin karena tuan rumah berhasil membalikkan kedudukan melalui eksekusi penalti Samsul Arif (62) dan tandukan Aang Suparman (71).

Lessa menilai timnya sudah tampil cukup baik. Namun, kerap terburu-burunya skuad Laskar Wong Kito ketika bola sudah ada di wilayah pertahanan lawan jadi kendala tim ini. Situasi ini pun menjadikan alur serangan mudah putus serta upaya keras Hilton Moreira cs sering terbuang percuma.

“Sriwijaya main bagus tapi sedikit lebih agresif di depan sehingga bola kembali terlalu cepat,” ungkap juru taktik asal Brasil tersebut.

Absennya beberapa pemain pilar tidak dijadikan alasan oleh Lessa dalam kegagalan timnya meraih poin.

“Tidak ada masalah, karena saya lihat para pemain pengganti bermain cukup bagus. Kami pasang tiga pemain muda di belakang. Mereka bagus, tetapi hanya kurang konsentrasi. Padahal, itu diperlukan dalam situasi bola-bola mati,” tutur Lessa dalam sesi jumpa pers.

“Para pemain cadangan sudah kerja bagus, tetapi Persela bisa cetak dua gol balasan, yang semua berasal dari bola mati. Jadi, saya pikir para pemain kurang konsentrasi saja. Karena kalau seperti itu, harusnya lakukan pressing ketat,” kata dia.

Lessa mengaku masih memiliki waktu untuk evaluasi tim secara menyeluruh dan melakukan perbaikan mental.

“Mental pemain sekarang lagi turun karena kita selalu main bagus tetapi gagal menang. Tapi kita harus tetap kerja dan tidak boleh turun lagi,” pungkasnya.

Pernyataan sang pelatih diamini Hendra Sandi. Dia membantah komposisi pemain jadi alasan timnya kalah.

“Absennya beberapa pemain tidak berpengaruh besar, pelatih juga sudah bicara kepada kami untuk kerja keras,” ucap pemain yang baru masuk pada babak kedua itu.

“Tadi kami sebenarnya sudah bagus, hanya babak kedua tidak beruntung. Gol Persela juga tercipta dari bola mati, tidak ada yang dari open play,” ujar Hendra.

Sementara Pelatih Persela Herry Kiswanto menyebut laga malam tadi memang tidak mudah, mengingat timnya tak bisa memainkan ujung tombak andalannya, Ivan Carlos. Bomber asal Brasil tersebut memang merupakan top scorer tim dengan koleksi 5 golnya.

“Tentunya ada perbedaan dan babak kedua ketika masuk ke kamar ganti saya tekankan ke pemain kalian tak usah takut karena kalian punya kemampuan tapi masih suka hilang kontrol. Beda dengan pemain asing yang fokus terus,” ujar pria yang akrab disapa Herkis.

Persela pun mengubah cara mainnya dangan menekan produksi umpan silang. Mereka lebih sering melakukan percobaan ke gawang lawan lewat tendangan jarak jauh. Dikatakan Saddil Ramdani, dia dan kolega diminta mengurangi crossing karena tidak ada target man di depan.

“Instruksinya kami dilarang untuk bola crossing, karena di depan bermain dengan pemain yang sangat kecil jadi kami bermain dengan bola pendek dan gimana caranya ada celah sedikit harus dimaksimalkan,” kata pemain belia tersebut.

Kekalahan dari Persela memang membuat perolehan angka Sriwijaya diam di tempat dan tertahan di posisi 11. Sedangkan Persela dengan hasil positif ini merangkak naik ke posisi 7 menyusul Persib Bandung dengan koleksi 13 angka. (Son)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here