Garam Semakin Langka, Produsen Ikan Asin di Daerah Ini Berhenti Produksi

46
Produsen Ikan Asin

Pekalongan, Sumselsatu.com – Akibat kesulitan mencari garam untuk bahan baku pembuatan ikan asin, sebagian produsen di Pekalongan memilih untuk tidak berproduksi.

Nasokhah (50), Ketua Himpunan Pedagang Ikan Pekalongan, menjelaskan untuk saat ini sebagian besar perajin ikan asin di Kota Pekalongan lebih memilih tidak produksi.

“Semula di sini (Kota Pekalongan) ada sekitar 50 perajin ikan asin. Saat ini tidak lebih dari 10 perajin. Itupun sebagian besar memilih untuk berhenti produksi dulu,” paparnya, Selasa (25/07/2017).

Kebetulan saat ini selain kesulitan mendapatkan garam, produsen juga mengaku sedang kesulitan mendapatkan stok ikan segar. Di pelelangan sedang jarang bongkar ikan. Ikan-ikan kebanyakan justru didatangkan dari Jakarta. Itupun bukan lagi ikan segar, namun dari gudang persediaan.

Kelangkaan garam sangat memukul produsen ikan asin. Harga garam grosok untuk pembuatan ikan asin mencapai Rp 200 ribu lebih per karung. Setiap karung berisi 50 kg garam. Jika semula garam eceran dijual seharga Rp 1.000 hingga Rp 1.500/kg, kini harganya mencapai Rp 4.300/kg.

“Saat ini hampir sepekan sekali harga naik Rp 200/kg. Itupun harga garam dari garam stok lama,” jelasnya.

Padahal untuk produksi ikan asin, dirinya membutuhkan garam sekitar 3 ton untuk 7-8 ton ikan. Pekan ini Nasokhah hanya bisa memproduksi ikan asin sekitar 2 ton dari sebelumnya yang mampu produksi 8 ton.

“Tidak tahu, minggu depan masih produksi ikan asin atau tidak. Baik ikan segar maupun garam sulit ditemukan. Andai kata ada ikan dan garam, bukan ikan segar tapi stoknya lama,” lanjutnya.

Produksi ikan asin dari Pekalongan biasanya dipasarkan ke luar kota seperti Jakarta dan Bandung. Namun, karena kelangkaan ikan segar dan garam, para produsen hanya memenuhi kebutuhan lokal Pantura.

“Agar Pemerintah mau turun tangan. Seperti halnya beras dan kebutuhan pangan lainnya, garam dimasukan ke Bulog sehingga harga bisa stabil,” harapnya. (min/dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here