Jangan Lagi Hilang Poin, SFC

45
Yanto Basna

Lamongan, Sumselsatu.com – Sriwijaya FC (SFC) memasang target tiga poin saat juma Persegres Gersik United pada lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 2017, Senin (24/7) malam ini. Kans menang terbuka menyusul laga akan dimainkan di tempat netral yakni Stadion Surajaya Lamongan.

Selain itu, penampilan Persegres di pentas Liga 1 musim ini, jauh dari kata baik. Laskar Joko Samudro kini terdampar di dasar klasemen dengan enam poin dari 15 pertandingan.

Rinciannya, satu kali menang, tiga imbang dan 11 kali kalah. Sementara SFC yang sudah mengoleksi 18 poin butuh kemenangan untuk memperbaiki posisi klasemen. Namun, pada laga ini skuad Laskar Wong Kito akan bertanding tanpa Zalnando dan Marco Meraudje, karena dalam kondisi tidak fit.

“Kita tetap mematok tiga poin.  Apalagi, di musim ini kompetisi tak bisa ditebak dan persaingan cukup merata. Poin penuh harus kami ambil untuk mengganti kemenangan yang melayang saat melawan Bali United di pekan sebelumnya,” kata Caretaker Pelatih SFC Hartono Ruslan.

Meski begitu, pelatih asal Solo itu tidak ingin meremehkan kualitas lawan meski kini berada di papan bawah. Menurutnya, Persegres masih sangat berbahaya sehingga dia menginstrusikan kepada Ichsan Kurniawan dan kawan-kawan untuk tidak lengah menghadapi permainan lawan.

“Persegres tim bagus meski mereka berada di papan bawah. Tapi, kita tidak bisa meremehkan mereka. Tim ini punya kecepatan dan selalu tampil dominan jika bermain di kandang, justru kita harus lebih waspada lagi jika ingin menang,” bebernya.

“Bermain di luar kandang Gersik, ya tentu akan kami anggap sebuah keuntungan. Karena berarti kita bermain di lapangan netral. Jadi, mudah-mudahan bisa jadi sebuah keuntungan untuk kita, bisa betul-betul wujutkan tiga poin di sini,” tutur Hartono.

Sementara Pelatih Persegres Hanafi sangat mewaspadai keberadaan Alberto Goncalves dan Hilton Moreira. Hanafi mengaku harus memutar otak untuk mematikan pergerakan dua pemain SFC itu.

Hanafi menyatakan sudah mengantungi kekuatan SFC setelah Laskar Wong Kito tidak terlalu banyak mengubah komposisi pemain. Namun Hanafi mengeluhkan mental bertanding anak didiknya.

“Dua strikernya itu yang harus diwaspadai, Beto dan Hilton, itu saja. Yang lain itu normal-normal saja. Kemarin saya sempat ketemu juga saat pegang Perseru [Serui]. Apalagi Hilton yang selalu main ngotot. Mudah-mudahan kami mampu matikan mereka,” jelas Hanafi kepada Goal Indonesia.

“Persegres ini main di mana-mana semangatnya luar biasa, tapi enggak tahu mentalnya. Mungkin ada faktor yang lengah dan tidak sigap, mungkin juga faktor kelelahan, sehingga tidak maksimal di hasil akhir,” tambahnya.

“Sudah saya evaluasi. Secara tim kami enggak ada kesalahan, cuma anak-anak itu kebanyakan melakukan kesalahan individu. Kelengahan itu yang kemudian berhasil dimanfaatkan lawan, sebab anak-anak kurang pengalaman,” jelasnya.

Hanafi juga tidak mengkhawatirkan Gresik United bakal kehilangan dukungan dari kelompok suporter Ultrasmania, mengingat laga berlangsung di Lamongan. Hanafi meyakini fans akan tetap memberikan dukungan sekalipun bermain di luar Gresik.

“Ultras ini kan luar biasa. Kemarin saat [lawan] PS TNI juga mendukung, enggak tahu berapa orang, sampai dibelain naik truk. Apalagi kalau hanya di Lamongan, pasti akan didatangi berduyun-duyun. Saya yakin itu,” ucap Hanafi. (Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here