Jokowi : ASN ‘Zaman Now’ Jangan Monoton

63
KULIAH UMUM-Presiden Joko Widodo menggelar kuliah umum melalui Teleconference di Kantor Kanwil Menkumham Provinsi Sumsel, Selasa (27/3/2018).

Palembang, SumselSatu.com

Presiden Joko Widodo meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak monoton dalam menjalankan tugas dan tetap kepo (ingin tahu) terhadap keinginan masyarakat. Permintaan itu disampaikan Jokowi saat menggelar kuliah umum melalui Teleconference Presidential Lecture bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan tema ‘Unity Harmony Menuju Birokrasi Berkelas Dunia Tahun 2024’ di Kantor Kanwil Menkumham Provinsi Sumsel, Selasa (27/3/2018).

Dalam kuliah umumnya, Presiden Jokowi mengatakan, dari 2,4 juta pendaftar CPNS pada 2017 hanya 33 ribu yang diterima jadi hanya 1,4 persen. Makanya, bagi CPNS terpilih harus memiliki tanggung jawab yang besar, sosial menghormati hukum, etika, sopan santun.

“Artinya saudara generasi terbaik yang diterima jadi CPNS. Dengan status CPNS, yang jomblo bisa cari pacar,” kata Jokowi sembari bercanda.

“Saudara ini istimewa karena terpilih. Saya titip jadi pemersatu,bangsa dan bebas korupsi, serta melayani masyarakat. Selamat bekerja, selamat mengabdi untuk kejayaan Indonesia,” tambah mantan Walikota Solo itu

Jokowi juga menaruh harapan besar kepada CPNS sebagai motor kemajuan.

Insya Allah Indonesia maju. Jika memiliki birokrat yang tangguh dan mau bekerja keras. Mengedepankan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Saya harap saudara beradaptasi dengan dunia yang dinamis. Perkembangan IT yang sangat cepat, apalagi di era digital, ekonomi berkembang sangat pesat. Pemerintah dituntut bekerja lebih cepat, tanggap dan efisien,” bebernya.

Jokowi bercerita saat dirinya menjadi Gubernur, dia cek izin untuk dapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), yakni menyerahkan data nama pemilik, nama perusahaan, modal kerja, alamat usaha dan jenis usaha.

“Saya dapat kabar dapat izin SIUP ini selesai 2 minggu. Padahal cuma ngetik 5 item itu. Jadi saya buat cuma ternyata waktunya 2 menit ternyata selesai. Saya tanya dengan stafnya kenapa ini saya bisa cepat sedangkan kalau masyarakat buat izin SIUP waktunya lama. Alasannya tanda tangannya kepala kantor yang lama. Saya cari kepala kantornya ternyata memang tidak ada di tempat. Kalau ada pasti saya tegur. Masyarakat pengen dilayani cepat. Kalau bisa dikerjakan 3 menit kenapa harus berminggu minggu. Apalagi berbulan-bulan, harusnya satu hari selesai. Harus mengikuti dinamika sosial, politik, ekonomi dan harus dengar keinginan masyarakat. Kalau masyarakat ingin dilayani cepat, kenapa diperlambat,” papar Jokowi.

Jokowi berpesan kepada CPNS agar untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap keinginan masyarakat.

“Pesan saya saudara harus punya rasa ingin tahu. Kalau anak muda harus kepo, ingin tau, pengen ngerti. Jangan hanya rutinitas saja dan monoton. Harus kepo di bidang iptek, dinamika zaman. Kepo dengan keinginan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, teleconference Presiden Jokowi dilakukan di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta dan dihadiri 5.165 CPNS yang lulus dalam penerimaan CPNS 2017. Selain itu, teleconference ini disaksikan di 33 Kantor Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) se-Indonesia.

“Dalam acara ini Bapak Presiden memberikan pembekalan bagi CPNS 2017. Pada 2017 lalu, dari 62 lembaga diterima 33.156 CPNS. Perlu disiapkan SDM berintegritas, mengusai IT, bahasa asing, dan kemampuan. Perencanaan ASN harus diarahkan ke pembangunan nasional dan potensi daerah,” ujar Menpan-RB Asman Abnur.

Menurutnya, rekrutmen CPNS tahun 2017 semuanya menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Artinya, kelulusan peserta adalah murni dan bukan karena titipan.

“Kelulusan peserta karena kemampuan bukan karena titipan,” ucapnya.

Sedangkan Kanwil Kemenkumham Provinsi Sumsel Sudirman D Hurry menambahkan, penerimaan CPNS tahun 2017 adalah suatu sistem yang dibangun oleh pemerintah untuk menjadikan sumber daya manusia  aparatur yang betul-betul berkualitas.

“Jadi dengan sistem yang dibangun transparan itu maka kita bisa dijamin bahwa mereka mereka yang diterima, bagaimana yang dikatakan tadi ada dua juta lebih yang melamar yang diterima hanya 30 sekian ribu, termasuk kita harus mendukung. Dari 100.158.000 yang melamar se-Indonesia, yang diterimanya 17.526. Di Sumatera Selatan yang mendaftar 37.000 lebih yang diterima hanya 644 orang. Jadi ini artinya penyaringan yang begitu ketat. Kita harapkan betul-betul dari transparansi itu tadi dari sistem metode penerimaan yang begitu baik sekarang akan menjadikan aparatur aparatur sipil negara kesatuan yang terbaik,” paparnya.

Sudirman berharap kepada semua CPNS yang diterima di lingkungan Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan dan juga di lembaga Kementerian lain yang masuk dalam seleksi 2017 agar menjadi agen agen perubahan.

“Ke depan mereka akan menjadi pegawai negeri sipil yang andal dan menjadi harapan dari bangsa dan negara,” ucapnya.

Menurut Sudirman, kuliah umum Presiden ini bagus dengan tema Unity in harmony. Bagaimana menjatuhkan melangkah ke depan agar mereka itu menjadi birokrasi yang handal.

“Di Kanwil Kemenkumham jadi tahun 2017 mendapat foŕmasi 611 orang. Rinciannya 543 formasi khusus penjaga tahanan dan sisanya sebagai dokter umum analis keimigrasian, analis hukum dan Bapas. Mereka khusus untuk penjaga tahanan di seluruh lapas dan Rutan Sumatera Selatan ini. Saya yakin bahwa mereka punya integritas moral yang tinggi, akan menjadi pegawai negeri sipil yang kita harapkan. Semua harapan kita pertama saya minta supaya mereka betul-betul punya integritas moral mereka jadi agen perubahan akan membikin suatu pembaharuan baik dalam kacamata budaya maupun pola pikir dari luar negeri sipil pemimpin yang ada. Selama ini karena mereka adalah kader-kader pengayoman tugas dinas pengayoman yang luar biasa,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here