Karhutla Naik 100 Persen, Herman Deru Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan

KEPUNGAN ASAP—Foto udara memperlihatkan kepulan asap membumbung dari lahan yang terbakar di kawasan Kertapati, Palembang, akibat karhutla yang meningkat 100 persen dibanding periode sebelumnya. (FOTO: SS1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengancam mencabut izin perusahaan yang terbukti membakar lahan, menyusul lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 100 persen di Kecamatan Kertapati, Palembang.

Ancaman itu disampaikan Herman Deru saat meninjau Posko Siaga Karhutla di Kantor Camat Kertapati, Senin (7/9/2026). Ia meminta pihak kepolisian menelusuri pemilik lahan yang berpotensi terbakar maupun yang sudah terbakar, khususnya bila lahan tersebut dikuasai korporasi.

“Kalau dia perusahaan kita akan cabut haknya, tentu dengan berkoordinasi dengan Pak Walikota,” tegas Herman Deru.

Herman Deru bahkan mengungkap lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sempat mencapai 15 ribu penderita pada Februari lalu, jauh sebelum musim karhutla tiba.

“Padahal itu belum waktu karhutla, ini perlu diantisipasi,” katanya.

Untuk itu, Herman Deru meminta jajaran Puskesmas Kertapati siaga penuh 24 jam agar warga yang terserang ISPA akibat kabut asap bisa segera ditangani.

Herman Deru turut mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla Kertapati yang bekerja keras memadamkan titik api, mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan daerah rawan kebakaran.

“Kertapati ini wilayah perbatasan. Tentu nanti ada titik api di wilayah perbatasan, tetap saja kita turun mengantisipasinya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia yang didampingi Walikota Palembang Ratu Dewa menyerahkan bantuan kepada anggota Satgas Karhutla Kertapati.

Sebagai langkah pencegahan lanjutan, Herman Deru meminta seluruh jajaran di Kertapati terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar karhutla tidak terulang.

“Bisa lewat medsos atau bila perlu door to door,” katanya.

Sementara itu, Camat Kertapati Rifanda Putra melaporkan, tercatat 43 kejadian kebakaran lahan milik warga di wilayahnya. Herman Deru menyebut, jumlah karhutla di Kertapati melonjak drastis dibanding periode sebelumnya.

“Januari sampai Agustus 20 karhutla, Agustus sampai hari ini 23. Artinya, meningkat 100 persen,” ujarnya.

Lonjakan karhutla ini turut berdampak pada kesehatan warga. Rifanda Putra mencatat jumlah penderita ISPA di Kertapati terus meningkat selama musim kemarau, terlebih sejak kabut asap karhutla mulai menyelimuti kawasan tersebut. #hms

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here