Masih Ada 60 Desa di Sumsel Belum Teraliri Listrik

12
PLN---General Manager PT PLN Wilayah S2JB Daryono saat diwawancarai wartawan di Palembang, Senin (28/10/2019). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Dari 2853 desa di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terdapat sedikitnya 63 desa atau 0,02 persen lebih yang belum mendapatkan aliran listrik dari PT PLN (Persero). Diharapkan, pada 2020 semua desa di Sumsel telah teraliri listrik PLN.

“Ada 63 lebih kurang desa yang belum teraliri listrik,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru ketika diwawancarai wartawan, usai upacara bendera dan pemotongan tumpeng HUT PLN Ke-74, di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), di Jalan Kapten A Rivai, Palembang, Senin (28/9/2019).

Deru mengatakan, salah satu persoalan belum bisa jaringan masuk ke desa itu adalah karena harus melewati hutan lindung.

“Hutan koservasi itu tidak boleh didirikan tiang listrik,” kata Deru.

Karena itu, kata Deru, Pemprov Sumsel akan duduk bersama dengan DPRD dan PLN Sumsel guna membahas agar jaringan PLN bisa masuk ke desa yang melewati hutan lindung tanpa melanggar aturan.

General Manager PT PLN Wilayah S2JB Daryono mengatakan, sesuai Program Nawacita Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Jokowi, harus bisa meningkatkan target Listrik 100%.

Insya Allah kami akan mewujudkan desa 100% (teraliri listrik PLN-red), seperti yang sudah disampaikan Gubernur, kami punya target 2020, desa harus 100% di Sumsel,” kata Daryono.

Daryono mengakui, kendala seperti yang disampaikan Gubernur. Ada beberapa daerah yang berada di kawasan kehutanan.

“Ini yang menjadi kendala kami. Karena kawasan-kawasan itu tidak boleh ada tiang listrik, ada aliran listrik, kami harus cari terobosan bagaimana listrik bisa sampai ke sana,” katanya.

Dia juga menyampaikan, ada sedikitnya 13 desa yang berada di daerah perairan dan sulit untuk dijangkau jaringan listrik.

“Dalam waktu dekat akan kami layani dengan memakai tenaga surya, secara koporatif kami sudah mencapai 98 persen, kebanyakan di Kabupaten Oku Timur dan Banyu Asin daerah hutan lindung,” katanya.

Dikatakan Daryono, di daerah tersebut mengunakan PLTS.

“PLTS sendiri dari ESDM langsung ke pelanggannya, tidak perlu tiang listrik dan tidak perlu menjadi pelanggan PLN,” kata Daryono.

Sebelumnya dia bersyukur PLN telah berusia 74 tahun.

Alhamdulillah hari ini memperingati Hari Listrik Nasional yang Ke-74 dengan tema Bersama SDM Unggul Kita Terangi Negeri. Artinya kami dari sisi PLN dari sisi karyawan dari sisi SDM, kami terus meningkatkan kompetensinya baik itu bidang teknis maupun bidang kompetensi nonteknis,” kata Daryono. #nti 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here