Penampakan Buaya Raksasa Hebohkan Warga Tempirai

151
HEBOH BUAYA ----- Warga Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI heboh adn berduyun-duyun menonton petugas menyisir perairan, Selasa (5/3/2019), mencari keberadaan buaya raksasa yang beberapa kali terlihat warga. (FOTO: SS1/ABI)

PALI, SumselSatu.com

Beberapa hari terakhir, seekor buaya raksasa menampakkan diri di perairan pasang di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sontak warga heboh sekaligus takut sehingga petugas pun turun mencari reptil yang ditaksir berukuran 4 meter tersebut.

Petugas Babinsa Desa Tempirai, Koptu Mulyadi, yang juga pendusuk asli desa tersebut, saat dibincangi SumselSatu.com, Rabu (6/3/2019), menuturkan, sudah ada beberapa warga yang mengaku melihat secara langsung penampakan buaya tersebut, tak jauh dari tempat pemandian, saat air pasang.

“Kejadian puncaknya pada Selasa, sejumlah warga ada yang melihat langsung buaya tersebut di sekitaran tempat pemandian, dan langsung memberitahu warga lain sehingga heboh. Warga berduyung-duyung ke bibir tempat pemandian untuk melihat langsung kebenaran adanya buaya tersebut,” jelas Mulyadi.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI juga turut menurunkan personel dan perahu karet untuk menyisir sekitar perairan guna mencari keberadaan buaya tersebut.

“Kemarin (Selasa, red) sekitar pukul 15.00 WIB kita bersama BPBD Kabupaten PALI melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet. Dengan menyusuri dan memutar di lokasi tersebut. Namun, hingga pukul 17.00 WIB pencarian tidak membuahkan hasil dan dihentikan untuk sementara,” imbuh Mulyadi.

Kepala Desa (Kades) Tempirai Barat, Dedi Handayani mengatakan, penampakan buaya raksasa itu membuat heboh dan warga jadi takut turun ke air.

“Ada juga menurut sesepuh dan orang yang dituakan di desa ini, ditafsir itu merupakan buaya leluhur puyang seberang. Kalau untuk ditangkap kemungkinan sulit, namun jika dapat diselamatkan itu lebih baik. Karena di sini juga masih ada kepercayaan leluhur,” kata Dedi.

Saat menyisir perairan, Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI, ikut turun ke lapangan untuk mencari keberadaan buaya. “Kami sisir perairan di sekitar lokasi yang ditunjukkan warga di wilayah rawa-rawa padang Desa Tempirai. Kita turunkan beberapa petugas BPBD menggunakan perahu karet. Namun karena air dalam, pencarian itu tidak membuahkan hasil,” terangnya. #abi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here