PTPN IV Regional VII Kantongi 5.900 Hektare Lahan Ekstensifikasi Sawit di Lahat dan Muara Enim

SAWIT---Ilustrasi perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan. PTPN IV Regional VII tengah mengoordinasikan lahan ekstensifikasi sawit seluas sekitar 5.900 hektare di Kabupaten Lahat dan Muara Enim, guna mendukung program ketahanan energi nasional. (FOTO: SS 1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional VII terus menindaklanjuti penugasan pemerintah terkait pengembangan dan ekstensifikasi lahan kelapa sawit, termasuk di wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah sekaligus memperluas manfaat pengembangan sawit bagi masyarakat melalui skema inti dan plasma.

Hal tersebut disampaikan Advisor Strategic PTPN IV Regional VII Irwan Perangin Angin saat melakukan audiensi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (9/9/2026) siang. Irwan hadir bersama Regional Head PTPN IV Regional VII yang membawahi tiga provinsi, yakni Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Irwan menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang sebelumnya digelar pada 19 Agustus lalu dan diterima oleh Sekretaris Daerah Sumsel. Dalam proses koordinasi itu, pihaknya telah memperoleh rencana penyediaan lahan di dua lokasi di Sumatera Selatan sebagai bagian dari arahan pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk mendukung program B50 dan peningkatan produksi sawit nasional.

Sebelum melanjutkan proses di Sumatera Selatan, PTPN IV Regional VII juga telah melakukan penjajakan ke sejumlah provinsi lain. Di Jambi, misalnya, telah teridentifikasi lahan sekitar 3.200 hektare, sementara di sejumlah wilayah Kalimantan juga dilakukan penjajakan serupa.

Khusus di Sumatera Selatan, hasil koordinasi sementara menunjukkan adanya potensi lahan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim.

“Berkat support semua pihak di Sumsel yang terus mendampingi kami, bersama Kanwil, sudah terkerucut di dua kabupaten. Di Lahat sekitar 4.200 hektare, di Kecamatan Gumay Talang, dan di Muara Enim 1.700 hektare, yakni Ujan Mas, Gunung Megang, dan Benakat,” ungkap Irwan.

Ia menyebutkan, lahan di Sumatera Selatan menjadi salah satu prioritas karena lokasinya berdekatan dengan kebun dan sentra sawit yang telah dikelola PTPN IV Regional VII, sehingga dinilai akan memudahkan pengembangan kawasan secara terintegrasi.

“Keinginan kami untuk penugasan ini bukan hanya untuk internal, kebun inti kita, tetapi juga plasma. Jadi, 1.700 hektare yang sudah kita identifikasi, apakah memungkinkan lahan yang tersedia itu bisa kita bangunkan juga untuk masyarakat,” jelasnya.

Terkait lahan seluas 1.700 hektare yang telah diidentifikasi di Muara Enim, Irwan menegaskan status penguasaan lahan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Data yang ada saat ini masih berupa hasil survei awal dan belum seluruhnya memastikan siapa yang menguasai atau memiliki lahan itu.

“1.700 hektare itu secara eksisting belum kami cek punya siapa. Baru survei. Tentu saja kalau ada tanaman tumbuh, kami akan memperhatikan dan mengganti sesuai ketentuan. Kami juga minta dikawal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Irwan turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam proses penelusuran dan penyediaan lahan tersebut.

“Terima kasih telah menerima kami di tengah waktu yang padat. Kami juga membawa salam dari Direktur di Jakarta,” ujarnya.

PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar penugasan pengembangan sawit tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Selatan, baik melalui skema inti perusahaan maupun plasma bagi warga sekitar.

Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan dukungannya terhadap program ekstensifikasi kelapa sawit dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional, dengan catatan berbagai persoalan di lapangan, termasuk status lahan dan aspek sosial, tetap diselesaikan secara menyeluruh dan humanis. #hms

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here