RSUD Muara Beliti Masih Terus Berbenah

137
MEMRIHATINKAN---Kondisi bangunan RSUD Muara Beliti yang memrihatikan. (FOTO: SS1/Hengky)

Musi Rawas, SumselSatu.com

Keberadaan dan bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), selama ini kondisinya sangat memprihatinkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura melakukan pembenahan dan pengembangan RSUD tersebut.

Kasubag Perencanaan Dinkes Mura Reynaldi Oktavianus didampingi Sekretaris Dinkes Mura M Nizar mengatakan, pihaknya mengupayakan persiapan pengembangan RSUD Muara Beliti. Mulai dari kondisi ruangan, alat kesehatan (alkes), sumber daya manusia (SDM), dan tata ruang.

“Kami juga melakukan penambahan ruangan gizi, laboratorium, laundry, dan ruang ronthagen. Karena, ruangan yang tersedia masih standar,” ujar Reynaldi Oktavianus yang berbicara mewakili Kepala Dinkes (Kadinkes) Mura Milpta Hulummi, Minggu (8/10/2017).

Reynaldi menyampaikan, untuk ruangan rawat inap masih bergabung dengan penyakit dalam, dan poliklinik bergabung dengan ruang anak-anak, dan bedah. Ruangan masih sangat minim.

“Ke depan kami akan menambah ruangan secara bertahap. Tahun 2019 ditargetkan dapat terakreditasi. Sebab, jika tidak dilakukan maka tidak bisa bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),” katanya.

Dia menerangkan, tahun ini, melalui anggaran belanja tambahan (ABT) dilakukan pembangunan instalasi pengelolah air limbah (IPAL) dan penambahan alkes. Pembenahan juga dilakukan untuk SDM. Jumlah tenaga kesehatan 128 orang, aparatur sipil negara (ASN) 36 orang, dua orang dokter umum, dua  dokter spesialis bedah, satu orang dokter spesialis anak.

“Untuk SDM dokter itu masih standar. Kalau untuk kebutuhan masih banyak. Kebutuhan dokter spesialis harus ada lima orang, terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, kebidanan, bedah, anak, dan anastesi. Artinya, untuk pemenuhan dokter spesialis masih kurang tiga orang,” jelas Reynaldi.

Untuk bangunan RSUD Muara Beliti, yang berada di bagian depan merupakan milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia. Saat ini masih dalam proses pengurusan hibah. Karena, jika belum dihibahkan belum dapat dilakukan pengembangan. Sedangkan, untuk pengembangan bangunan baru di lahan milik RSUD Muara Beliti sudah dilakukan.

“Kami ingin melakukan pembenahan di bangunan bagian depan. Namun, tidak bisa dilakukan karena belum dihibahkan. Kami menargetkan bulan Desember tahun ini RSUD Muara Beliti yang statusnya milik Kemenkes RI sudah dihibahkan ke Pemkab Mura,” tambah Reynaldi.

Jika bangunan telah dihibahkan, maka secara bertahap pembenahan ruangan dan fasilitas lainnya dapat dilalukan. Sehingga, pelayanan kesehatan di RSUD Muara Beliti yang berada di Ibukota Kabupaten Mura dapat lebih optimal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mura Yudi Fratama mengatakan, sejak awal DPRD Mura mendorong Dinkes Mura untuk melakukan pengurusan proses hibah bangunan, agar pembenahan dan pengembangan RSUD tersebut dapat dilakukan.

“Kami berikan apresiasi Dinkes Mura melakukan pengurusan hibah. Karena sudah lama bangunan berdiri dan hibah belum dilakukan. Sehingga, kondisi bangunan RSUD Muara Beliti yang menelan dana puluhan miliar terbengkalai dan rusak seperti saat ini,” katanya. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here