Serangan SFC Masih Mudah Dibaca Lawan

58
LEWATI PEMAIN-Gelandang SFC Esteban Vizcarra coba melewati hadangan dua pemain Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, MInggu (25/3/2018) malam.

Samarinda, SumselSatu.com

Sriwijaya FC (SFC) mampu meraih satu poin dari lawatan di markas Borneo FC pada laga perdana mereka di Liga 1 musim 2018, Minggu (25/3/2018) malam. Laskar Wong Kito mendapatkan poin usai menahan imbang tuan rumah dengan skor imbang tanpa gol.

Meski cukup puas dengan hasil imbang, namun Pelatih Rahmad Darmawan tidak puas dengan kinerja anak asuhnya di lapangan. Menurutnya, Permainan SFC tidak seperti turnamen pramusim dan mudah dibaca tim lawan.

“Tidak terlihat kreativitas serangan seperti di turnamen pramusim. Serangan sangat stagnan dan mudah terbaca lawan. Improvisasi pemain masih belum berjalan seperti biasanya. Rotasi antar posisi tidak terlihat di babak pertama. Tapi, itu semua sudah biasa terjadi di event besar, babak kedua lebih tenang. Tidak terlalu lama memegang bola,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini pun, RD memberikan ucapan selamat kepada bek Borneo FC Al Hadji yang tampil luar biasa. Pemain yang sempat seleksi di SFC itu beberapa kali melakukan aksi penyelamatan dan menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus Beto dan kawan-kawan di lini depan.

“Al Hadji seorang hero di laga ini, dengan penampilan luar biasanya. Dia menjadi pemain yang membuat kami gagal mencuri tiga poin. Beberapa kali peluang yang harusnya berbuah gol berhasil ia patahkan,” puji RD-sapaan akrabnya.

Selain itu, RD juga menyatakan di babak kedua, Adam Alis cs juga mampu menciptakan sejumlah peluang yang membahayakan gawang lawan.

“Ada peluang saat Konate tinggal menendang gawang yang sudah kosong, namun masih mampu dihalau lawan, Tetapi memang strategi Borneo dengan menumpuk pemain di tengah dan dua jangkarnya yang nyaris tidak pernah meninggalkan posisinya, membuat pemain SFC sangat kesulitan,” urai sang arsitek kawakan itu.

 

Sementara itu, Gelandang serang Adam Alis menambahkan, jika hasil imbang tanpa gol dari Borneo FC ini menjadi modal berharga di laga berikutnya. Kata dia, satu poin di kandang Borneo FC menjadi hasil positif, mengangkat mental dan motivasi pemain di awal musim Liga 1.

“Tapi, memang banyak peluang yang kita dapat tapi tidak berhasil berbuah gol. Itu akan coba kita perbaiki. Semoga kedepan kita bisa lebih baik lagi dan mencapai hasil maksimal,” harapnya.

Sementara itu Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan menyebut, hasil draw ini tidak terlalu jelek. Itu karena, lawan Pesut Etam kali ini yakni SFC, tim dengan materi pemain bintang dan salah satu tim dengan persiapan yang matang.

“Atas hasil ini, kalau suporter sadar akan hal itu, harusnya bersyukur dengan hasil ini. Bukan berarti saya tidak siap di hujat. Tapi ini sepakbola harus obyektif, tidak seperti membalikkan telapan tangan,” katanya.

Di laga ini, satu kendala anak asuhnya soal fisik. Pada menit ke-70, anak asuhnya mulai kendor. SFC memanfaatkan hal itu dengan beberapa kali melakukan serangan yang membahayakan gawang Ridho.

“Siapa yang salah?, yah pelatih fisik. Perlu diketahui, saya baru bergabung di sini. Jujur saja untuk masyarakat Samarinda, saya kecewa dengan sikap kalian. Kalian tahu siapa Iwan Setiawan buat Borneo, inilah yang membesarkan Borneo dan membawa ti ini promosi,” katanya dengan nada yang tinggi.

Iwan meminta suporter dan masyarakat Samarinda untuk tidak terprovokasi oleh pihak tertentu, terutama dari dunia maya.

“Saya tidak takut dengan siapa-siapa, sepanjang sepakbola kita lawan. Kalian tahu berapa belanja pemain SFC dan berapa harga pemain kita. Jadi jangan bodoh, dengan mau di provokasi,” ucapnya. #ari

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here