SFC Butuh Pemimpin di Lini Belakang

36
Indrayadi

Palembang, SumselSatu.com

Sriwijaya FC (SFC) dalam kondisi krisis menyusul rentetan hasil buruk di pentas Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia 2017. Sektor pertahanan menjadi hal utama yang harus dibenahi jajaran pelatih dan manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).

Hal itu diungkap mantan Pelatih Kiper SFC Indrayadi. Menurut dia, ada celah besar di lini pertahanan, apalagi pelatih beberapa kali terlihat melakukan eksperimen.

“Saya bicara tim, memang secara tim kita lihat lobang besar di pertahanan SFC, sudah berapa kali pelatih coba ekprimen dengan mengonta-gantikan pasangan stoper kita dan memainkan bek kanan kiri yang berganti ganti.
Tapi hasilnya tetap tidak maksimal. Intinya SFC butuh skipper (pemimpin) di lini pertahanan,” kata Indrayadi, Selasa (11/9/2017).

Selain itu, SFC juga harus memiliki seorang bek memiliki stoper asing yg berkualitas yang bisa jadi panutan dan bisa jadi komando di barisan belakang. Pemain ini bisa dipasangkan dengan stoper manapun yang dimiliki saat ini.

“SFC memiliki Bobby Satria dan Yanto Basna yang tidak kalah kualitasnya.Tetapi mereka tetap butuh tandem bek asing yang tangguh,” ujarnya.

Pindah ke sektor tengah menurut dia, Laskar Wong Kito harus mengubah gaya permainan biar bermain sebagai sebuah tim, karena SFC cenderung menampilkan permainan individu dibandingkan main sebagai tim.

“Itu masalah tim di lapangan tetapi ada masalah organisasi SFC sebagai sebuah tim dengan mengkolaborasi semua unsur yang ada di tim apakah ini sudah berjalan saya kurang tahu,” jelas mantan pemain PS Pusri itu.

Tapi, yang tidak kalah penting adalah kesolidan manajemen sebagai penunjang di luar lapangan.

“Tetapi tim yang solid harus didukung dengan unsur manajemen yang solid juga memberikan perhatian yang cukup kepada pemain dan seluruh jajarannya.

Pengalaman saya dengan SFC, kita mengalami masa masa keemasan SFC adalah karena masa itu, semua unsur di SFC adalah bagian penting sebagai keluarga besar dengan tujuan yang sama dan saling mengisi antara tim dan managemen,” ujar pelatih yang sukses mempersembahkan juara Liga Indonesia 2011/2012 bersama Kas Hartadi.

“Dengan sisa, 11 pertandingan lagi, belum terlambat untuk berbenah. Paling penting saat ini selamatkan SFC dari zona degradasi. Semua orang yang merasa berkaitan dengan SFC harus memberikan suport yang lebih karena sangat sulit membangkitkan semangat tim ketika tim semakin tengah terpuruk. Saran saya rembukan ulang dan sama-sama berkomitmen ulang lagi untuk SFC,” kata Indrayadi mengakhiri. #Ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here