OKI, SumselSatu.com
Sentra budidaya udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus membuktikan perannya sebagai pilar ekspor perikanan nasional. Guna memacu produktivitas dan memperluas cakupan budidaya, ketersediaan pasokan listrik yang stabil kini menjadi prioritas utama.
Gubernur Sumatera Selatan.Herman Deru, mendorong PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) untuk meningkatkan kapasitas daya di kawasan tambak Wahyuni Mandira. Hal ini disampaikannya dalam momen panen raya udang vaname, Selasa (17/2/2026).
Deru mengungkapkan bahwa produksi udang vaname Sumsel mencapai 15.000 ton per tahun. Namun, ia menyayangkan hasil ekspor tersebut sering kali belum tercatat sebagai kontribusi daerah karena jalur pengiriman yang masih melalui pelabuhan di luar provinsi.
”Produksi ini adalah penyumbang devisa yang besar. Saya meminta para petambak tertib administratif dalam mencatat hasil produksinya agar kontribusi terhadap daerah terlihat jelas,” tegas Deru.
Sebelum tahun 2021, petambak sangat bergantung pada genset berbahan bakar solar yang berbiaya tinggi. Kehadiran jaringan PLN telah memangkas biaya operasional secara signifikan. Namun, seiring rencana perluasan lahan yang saat ini baru tergarap 60%, kebutuhan daya pun melonjak.
”Dulu daya 3.300 VA mungkin cukup, tapi sekarang kebutuhan meningkat. Jika listrik diperkuat, potensi pengembangan tambak ini masih sangat masif,” tambahnya.
Tantangan Infrastruktur di Pesisir
Bupati Kabupaten OKI Muchendi Mahzarekki menyoroti bahwa kawasan yang merupakan eks-aset PT Wahyuni Mandira ini kini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa selain kapasitas daya, masalah tegangan rendah (drop voltage) di wilayah pesisir seperti Tulung Selapan, Cengal, dan Sungai Menang perlu segera ditangani.
”Ada infrastruktur yang sudah terpasang tapi belum dialiri listrik. Kami butuh solusi konkret agar potensi pesisir ini berkembang optimal,” ujar Muchendi.
Merespons kebutuhan tersebut, General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang menyatakan pihaknya telah menyiapkan sembilan unit transformator untuk memperkuat tegangan di lokasi. PLN juga memproyeksikan investasi sebesar Rp13 miliar hingga Rp15 miliar untuk pembangunan jaringan baru.
“Kami hadirkan energi sebagai penggerak ekonomi. PLN siap mendukung penuh pertumbuhan sektor perikanan di Sumsel,” kata Adhi.
Di sisi lain, perwakilan petambak, Taufik Yusuf, berharap PLN dapat membangun pos pelayanan yang lebih dekat dengan lokasi tambak. Hal ini krusial agar penanganan gangguan teknis dapat dilakukan lebih cepat tanpa menghambat operasional kincir air yang menjadi “napas” bagi budidaya udang. #hms










