Sosialisasikan INAPGOC Para Games 2018 di 16 Kota di Indonesia

37
Suasana sosialisasi INAPGOC di Palembang Square.

Palembang, SumselSatu.com

Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih untuk menyelenggarakan Asian Para Games (APG). Pada kesempatan ini juga menjadi salah satu implementasi dari Undang-undang no. 8 Tahun 2016, mengenai penyandang disabilitas.

“Melalui momen ini Indonesia memiliki kesempatan untuk membuktikan diri untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri, dan tanpa diskriminasi untuk hidup maju dan berkembang secara adil dan bermartabat. Serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang ramah disabilitas, ” kata Silviana Murni Wakil Ketua INAPGOC.

Untuk itu, sebagai tuan rumah APG 2018 Indonesia sangat siap, menerima kehadiran sekitar 3.000 atlet penyandang disabilitas dan ofisial dari 43 negara di Asia, anggota dari Asian Paralympic Committe.

“Sebanyak 18 cabang olahraga dengan nomor pertandingan 582 akan dilakukan selama delapan hari pada 6-13 Oktober tahun depan,”ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, sebagaimana Asian Games 2018 yang sudah memulai aktivitas persiapan. Begitu pula Asian Indonesia Asian Para Games Organizing Committe (INAPGOC), yang akan dilaksanakan satu bulan setelah Asian Games 2018.

“Saat ini sudah melakukan beberapa tahapan persiapan, termasuk di antaranya melakukan sosialisasi. Seperti yang saat ini sedang dijalankan pada 20 titik di 16 kota di Indonesia,” ungkapnya.

Sosialisasi yang dilakukan pihaknya pada 20 titik di 16 kota di Indonesia diantaranya, Medan, Palembang, Batam, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, dilanjutkan Surabaya, Bali, Makassar, Samarinda, dan terakhir Ambon

“Dengan format booth di beberapa pertokoan besar di tiap daerah yang disinggahi INAPGOC seperti di Palembang, booth APG 2018 diadakan di Palembang Square pada 22-24 Desember 2017. Ini dilakukan penyebaran informasi dan aktivitas yang melibatkan perwakilan National Paralympic Commuter (NPC) perwakilan INAPGOC, atlet penyandang disabilitas, komunitas difabel, komunitas hobi, media massa dan juga pengunjung pertokoan,” jelasnya.

Apalagi, ia menyampaikan bahwa sosialisasi yang dilakukan pihaknya ini merupakan sosialisasi awal, disebabkan hingga penyelenggaraan APG di 2018. INAPGOC akan terus menginformasikan kepada masyarakat Indonesia mengenai APG 2018.

“Sehingga pengetahuan masyarakat mengenai APG 2018 semakin tinggi dan kemudian tertarik untuk mengapresiasi kegiatan ini dengan menyaksikan langsung maupun tidak langsung. Kegiatan sosialisasi APG 2018 akan melalui media massa, kegiatan offline maupun media sosial,” tukasnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here