TNI Sukseskan Program Imunisasi Difteri

130
Prajurit TNI saat memberikan suntikan vaksin anti difteri

Kayu Agung, SumselSatu.com

Peran serta TNI AD dalam mendukung program pemerintah patut diapresiasi. Peran terkini di awal tahun, para prajurit membantu menyukseskan program imunisasi difteri. Seperti di Ogan Komering Ilir (OKI) jajaran TNI AD membantu Puskesmas Kutaraya Kayu Agung melaksanakan imunisasi kepada ratusan anak anak di Pos Kesehatan di Makodim 0402 OKI-OI, Kamis (11/1/2018).

Dandim 0402 OKI-OI Letkol Seprianizar SSos didampingi Danramil Kayu Agung Kapten RM Hatta menjelaskan, peserta imunisasi berasal dari keluarga besar Kodim, murid TK Kartika Kodim, SD/SMP/SMA yang berada di sekitar Markas Kodim.

“Difteri banyak dialami oleh anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa secara otomatis bebas difteri. Sebagaimana pada anak, vaksinasi difteri juga perlu diberikan untuk orang orang dewasa guna mencegah penyebaran penyakit difteri,” jelasnya

Kata dia, Kementerian Kesehatan RI telah menganjurkan vaksinasi difteri sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan meluasnya KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri di Indonesia. Program vaksinasi dari pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization), memberikan imunisasi difteri terutama bagi penduduk Indonesia berusia 1-19 tahun yang tinggal di sekitar penderita difteri.

“Sedangkan vaksinasi difteri pada orang dewasa diharapkan dapat dilakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan pemerintah atau swasta,” sarannya.

Untuk diketahyui, difteri merupakan penyakit yang dapat menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung hingga berujung kematian. Penyebarannya adalah melalui udara ketika penderita difteri batuk atau bersin.

Vaksinasi difteri pada anak maupun orang dewasa berfungsi memicu timbulnya kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab penyakit tersebut.

Umumnya pemberian vaksinasi difteri bersama dengan vaksin lain dilakukan pada usia bayi 2, 3, dan 4 bulan, sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017. Vaksinasi itu dikenal dengan DTP, sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit difteri, tetanus dan batuk rejan. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here