
Palembang, SumselSatu.com
Harga karet di Sumatera Selatan kembali mengalami penguatan pada perdagangan Rabu (26/8/2026), melanjutkan tren positif yang berlangsung sepanjang akhir Agustus ini.
Harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen tercatat naik Rp454 menjadi Rp41.446 per kilogram, dari sebelumnya berada di level Rp40.992 per kilogram pada perdagangan Senin (24/8/2026). Dengan capaian tersebut, harga KKK 100 persen kini bertahan Rp1.446 di atas level psikologis Rp40.000 per kilogram.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Rudi Arpian mengatakan, penguatan harga karet dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas di bursa SGX-SICOM.
“Penguatan harga SICOM menjadi faktor utama yang mendorong harga KKK 100 persen semakin tinggi,” ujar Rudi.
Ia menjelaskan bahwa harga acuan SGX-SICOM naik dari 232,7 menjadi 235,3 sen AS per kilogram. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menjadi salah satu acuan perhitungan harga tercatat relatif stabil, bergerak tipis dari Rp17.616 menjadi Rp17.614 per dolar AS.
Rudi menambahkan bahwa kenaikan ini melanjutkan tren positif yang terjadi pada perdagangan karet sepanjang akhir Agustus, dan peluang harga kembali menguat masih terbuka lebar apabila pergerakan di SICOM terus berada dalam tren positif.
“Momentum positif masih terjaga dan peluang harga bergerak lebih tinggi tetap terbuka,” katanya.
Meski demikian, Rudi mengingatkan bahwa harga KKK 100 persen merupakan harga acuan dan tidak berarti seluruh petani karet menerima harga tersebut. Ia menjelaskan bahwa harga yang diterima petani di tingkat pabrik akan menyesuaikan dengan kadar karet kering yang terkandung dalam bahan olahan karet rakyat atau bokar yang disetorkan.
Sebagai gambaran, harga karet dengan KKK 70 persen berada di kisaran Rp29.012 per kilogram, sementara KKK 60 persen sekitar Rp24.868 per kilogram. Adapun KKK 50 persen tercatat di level Rp20.723 per kilogram, KKK 40 persen sebesar Rp16.578 per kilogram, dan KKK 30 persen berada di kisaran Rp12.434 per kilogram.
Karena itu, Rudi kembali mengingatkan petani untuk menjaga kualitas bokar agar dapat memperoleh harga jual yang lebih baik.
“Menjaga mutu bokar tetap menjadi kunci agar petani memperoleh harga jual yang optimal,” katanya. #fly









