Malam Kelam di Jakabaring: Sriwijaya FC Resmi Terjun Bebas ke Liga 3

Ini adalah titik nadir dalam sejarah panjang Sriwijaya FC. Setelah terdegradasi dari Liga 1 pada 2018 dan tertahan selama enam musim di kasta kedua, kini mereka harus menerima kenyataan pahit bermain di kompetisi amatir/semi-profesional (Liga 3) musim depan.

SELEBRASI---Ekspresi selebrasi pemain-pemain Sumsel United usai mengalahkan Sriwijaya FC pada pekan ke-21 Championship, Sabtu (28/2/2026 (INSTAGRAM.COM/SUMSELUTDOFFICIAL).

Palembang, SumselSatu.com

​Sejarah kelam tercipta di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (28/2) malam. Laskar Wong Kito, klub yang pernah merajai sepak bola Indonesia dengan gelar Double Winner, resmi dinyatakan terdegradasi ke Liga 3 (Liga Nusantara) musim depan.
​Kepastian ini didapat setelah Sriwijaya FC (SFC) hancur lebur di tangan rival sekota, Sumsel United, dengan skor telak 0-3 pada pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026.

Alih-alih bangkit demi menjaga martabat, SFC justru tampil antiklimaks di hadapan pendukungnya sendiri. Baru empat menit laga berjalan, jala gawang SFC sudah bergetar lewat aksi Octovianus Otto Kapisa.

​Dominasi Sumsel United tak terbendung. Pada menit ke-21, Jacinto Junior menggandakan keunggulan, sebelum akhirnya Aziz Hutagalung memberikan pukulan penutup melalui sundulan maut di menit ke-64. Skor 3-0 bertahan hingga akhir, mengunci nasib tragis klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut.

Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga 3 Usai Dibantai Sumsel United 0-3 di Derby Sumsel Mimpi Sriwijaya FC untuk bertahan di Liga 2 musim ini resmi berakhir. Laskar Wong Kito dipastikan terdegradasi ke Liga 3 (Liga Nusantara) setelah kalah telak 0-3 dari rival sekota, Sumsel United, pada pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026.

Laga derby Sumatera Selatan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (28/2) malam, menjadi panggung dominasi penuh tuan rumah sekaligus malam kelam bagi Sriwijaya FC.

Kekalahan ini memastikan Sriwijaya FC terdegradasi dari Liga 2 musim 2025/2026. Hingga pekan ke-21, mereka masih terpuruk di posisi juru kunci klasemen Grup 1 Wilayah Barat dengan hanya mengoleksi dua poin dari 20 pertandingan.

Dengan sisa enam laga, secara matematis Sriwijaya FC sudah tak mungkin lagi mengejar poin tim di atasnya, yakni Persekat Tegal yang telah mengoleksi 22 poin.

Andaipun mampu menyapu bersih enam pertandingan tersisa dan meraih tambahan maksimal 18 poin, total angka Sriwijaya FC hanya akan menjadi 20 poin tetap tak cukup untuk keluar dari zona degradasi.

Ini adalah titik nadir dalam sejarah panjang Sriwijaya FC. Setelah terdegradasi dari Liga 1 pada 2018 dan tertahan selama enam musim di kasta kedua, kini mereka harus menerima kenyataan pahit bermain di kompetisi amatir/semi-profesional (Liga 3) musim depan.

​Mimpi bertahan di Liga 2 musnah. Publik Jakabaring yang dulu merayakan gelar juara kasta tertinggi, kini harus menyaksikan timnya jatuh ke level terendah dalam sejarah berdirinya klub. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here