Masyarakat Harus Tahu Bahaya Laten PKI

27
ANTUSIAS--Masyarakat menikmati gelaran nonton bareng film Pengkhianatan G30 S/PKI di pelataran Dermaga Pelabuhan 35 Ilir Palembang, Sabtu (30/9/2017) malam

Palembang, SumselSatu.com

Ratusan warga Kota Palembang memadati pelataran Dermaga Pelabuhan 35 Ilir Palembang, Sabtu  (30/9/2017) malam. Mereka berdesak-desakan mencari tempat dalam acara nonton bareng (Nobar) film pengkhianatan G.30S/PKI yang diselenggarakan oleh Kodim 0418/Palembang.

Bahkan sebagian warga rela berdiri di tepian Sungai Musi tempat pemutaran demi menyaksikan film yang berdurasi sekitar 4,5 jam, yang terakhir ditayangkan sejak tahun 1998 ini.

Komandan Korem 044/Garuda Dempo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S IP, yang menyempatkan diri menyaksikan pemutaran film ini mengapresiasi semangat warga yang hadir di pelataran Dermaga Pelabuhan 35 Ilir.

Menurutnya, ini bisa menjadi wujud patriotisme warga masyarakat, yang kini semakin tahu bahaya paham komunisme. Dengan Nobar film pengkhianatan G.30S/PKI ini dapat mengingatkan kembali seluruh bangsa Indonesia terhadap sejarah kejahatan komunis di Indonesia yang ingin melakukan kudeta (pengkhianatan bangsa).

“Sekaligus menggugah kewaspadaan dan kesadaran kita semua terhadap bahaya laten komunis, sehingga tidak terulang kembali di negara yang kita cintai ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Danrem menambahkan, kejahatan dan pengkhianatan PKI harus terus diinformasikan kepada masyarakat. Salah satunya melalui pemutaran fim ini. “Sehingga masyarakat, khususnya generasi muda yang tidak mengalami peristiwa secara langsung dapat memahami,” katanya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0418/Palembang Letkol Inf Ramos Herlandes yang hadir di acara pemutaran film yang ditonton sekitar 600 orang ini menyatakan, dilaksanakannya pemutaran film ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pembelajaran kepada masyarakat khususnya generasi muda tentang sejarah kelam bangsa Indonesia dengan terjadinya kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 30 September 1965 yang telah membunuh 7 orang Perwira Tinggi dan 1 orang Perwira Pertama TNI AD.

“Dengan diputarnya film ini, masyarakat terutama generasi muda menjadi tahu pengalaman sejarah bangsa kita yang pernah mengalami pemberontakan yang dilakukan oleh PKI pada tahun 1965, dimana sudah lebih 19 tahun film ini tidak diputar,” jelasnya. #Ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here