Pasien Positif Covid-19 di Sumsel Bertambah

27
POSKO---Suasana di Posko Sumsel Tanggap Covid 19 di Komplek Pusat Olahraga Jakabaring (POJ) Palembang, Kamis (2/4/2020). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Jumlah kasus pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Kamis (2/4/2020) sore, berjumlah 11 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel dr Zen Ahmad menyampaikan, jumlah kasus yang terkonfirmasi itu seiring langkah petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) di kabupaten/kota yang melakukan pelacakan atau tracking.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak panik, serta tetap waspada dan menjaga kesehatan,” ujar Zen Ahmad.

Zen menyampaikan, enam kasus baru tersebut terjadi di Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kota Prabumulih.

Zen menerangkan, untuk Kasus 06 pasien adalah perempuan (30) asal Palembang, dan status kasus impor. Kemudian, Kasus 07, perempuan (20) asal Kabupaten OKI, status kasus impor. Lalu, Kasus 08, laki-laki (44) dari Jakarta (keluarga di Palembang), status kasus impor.

Selanjutnya, Kasus 09, perempuan (42) asal Kota Prabumulih, status kasus lokal. Kasus 10, laki-laki (62) asal Prabumulih, status kasus lokal. Kasus 11, perempuan (60) asal Prabumulih, status kasus lokal.

Sebelumnya, dua orang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang Sumsel dinyatakan positif menderita penyakit karena Virus Corona-19 atau Corona Virus Disease (Covid)-19 setelah meninggal dunia.

Kasus 01 asal Palembang dan telah meninggal dunia. Kasus 02, pasien meninggal dunia saat dirawat di Prabumulih beberapa waktu lalu. Kasus 03 adalah pria (62) asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Pasien mempunyai riwayat perjalanan ke Kota Jakarta dan Bogor. Kasus 04 asal OKI didua terjangkit virus di luar Sumsel. Kasus 05, pasien adalah tenaga medis yang terjangkit karena transmisi lokal.

Zen menyampaikan, saat ini terdapat 20 sampel yang masih diperiksa di laboratorium. Dari 74 sampel, 43 diantara dinyatakan negatif.

Dikatakannya, ada 938 orang dalam pantauan (ODP) di Sumsel. Pasien dalam pengawasan 12 orang dan sedang dirawat.

Terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman Sumsel M Adrian Agustiansyah saat mengunjungi Posko Sumsel Tanggap Covid 19 di Komplek Pusat Olahraga Jakabaring (POJ) Palembang mengatakan, pihaknya telah menguji nomor Call Center. Hasilnya dari tiga nomor yang ada, dua diantaranya direspon dengan baik. Nomor itu adalah milik Anggota Satgas.

Adrian mengatakan, nomor 119 ext 9 sangat sibuk, sehingga mereka sulit untuk terhubung dengan operator. Call Center 119 ext 9 secara nasional, bukan dikelola langsung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

“Kami berharap nomor call center yang ada memang nomor yang disediakan khusus, bukan nomor pribadi, dan dikelola oleh operator/petugas khusus dari Pemerintah Provinsi Sumsel. Agar ke depan tidak membingungkan dan dapat secara total menyajikan informasi kepada masyarakat Sumsel yang membutuhkan kepastian informasi terkait Covid-19,” katanya.

Rumah Dinas Walikota Palembang Jadi Posko Komando Terpadu

Walikota Palembang Harnojoyo menggelar rapat terbatas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Walikota Palembang di Jalan Tasik, hari ini.

Walikota akan menjadikan Rumah Dinas Walikota Palembang Posko Komando Terpadu. Posko akan operasi selama 24 jam.

“Rumah dinas ini akan dijadikan posko komando terpadu, mulai hari ini,” kata Harnojoyo.

“Kami juga sudah memersiapkan anggaran sebesar Rp116 miliar peruntukan untuk medis, alat pelindung diri (APD), dan logistik,” tambahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Palembang dr Ayus Astoni menyampaikan, per 1 April 2020, pasien dalam pengawasan (PDP) di Palembang berjumlah 12 orang, terkonfirmasi negatif tujuh orang.

“Kalau di Palembang ada dua positif, satu meninggal dan satu masih dirawat di RSMH,” katanya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here