PSEL Palembang Sudah Pasok 18,6 MW ke PLN, Menko Pangan: Dari Masalah Lingkungan Jadi Listrik

MENINJAU---Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang, Rabu (4/11/2026). Proyek yang kini dalam tahap commissioning itu sudah menyalurkan 18,6 MW ke jaringan PLN. (FOTO: DISKOMINFO).

Palembang, SumselSatu.com

Gunungan sampah yang selama ini identik dengan polusi dan risiko kebakaran di Palembang kini mulai berubah menjadi listrik. Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang yang tengah menjalani tahap commissioning sudah menyalurkan daya ke jaringan PLN, bahkan melampaui target awal.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung proyek tersebut, Rabu (4/11/2026). Dari target 17,7 megawatt (MW), pasokan listrik saat ini telah mencapai 18,6 MW dan diproyeksikan menembus 20 MW pada beban puncak. Daya sebesar itu diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan 14.000 hingga 15.000 rumah tangga.

“Ini sudah commissioning, artinya sudah percobaan jalan. Perlu waktu sedikit lagi sehingga sempurna. Insya Allah tadi pimpinan sini, Pak Walikota dan Pak Gubernur juga menyampaikan, kemungkinan Desember sudah 100 persen dan bisa kita resmikan,” ujar Zulkifli.

Zulkifli mengapresiasi proyek bernilai investasi hampir Rp3 triliun itu karena mampu mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang berdaya guna. Menurutnya, sampah yang sebelumnya menimbulkan risiko kebakaran, polusi, gas metan, hingga bahaya mikroplastik kini dimanfaatkan sebagai sumber energi melalui teknologi. Proyek ini juga menyerap 500 hingga 1.000 tenaga kerja.

Walikota Palembang Ratu Dewa menyampaikan progres proyek saat ini telah mencapai 98,5 persen. Peresmian dijadwalkan dilakukan langsung oleh Presiden pada 8 Desember, dan kementerian terkait akan segera melaporkan perkembangan terbaru kepada Presiden seusai pertemuan ini.

Di sisi hulu, pasokan sampah ke fasilitas tersebut disebut sudah tidak mengalami hambatan berarti, dengan volume pengangkutan mencapai 1.100 ton per hari. Meski begitu, Pemko Palembang masih kekurangan sekitar 171 armada pengangkut. Pemerintah provinsi, kata Ratu Dewa, sudah menganggarkan tambahan armada, dan ia meminta Menko Pangan menambah minimal 50 unit lagi.

“Kita sudah dibantu oleh Pemerintah Provinsi, Pak Gubernur juga sudah menganggarkan. Tadi saya sudah berbisik-bisik dengan Pak Menko untuk meminta tambahan minimal 50 armada lagi guna mencukupi kebutuhan pengangkutan,” katanya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here