Tangan Perempuan di Dunia Material, Bu Yanti Taklukan Bisnis Konstruksi dari Nol

MATERIAL---Toko Bangunan Pelita Jaya yang terletak di Jalan Karet 24 Ilir Cinde Permai, Simpang 3 Masjid Nurul Khoir, Palembang. (FOTO: Istimewa/Fahmi Idris Tanjung).

Palembang, SumselSatu.com

Di sudut Simpang 3 Masjid Nurul Khoir, tepatnya di Jalan Karet 24 Ilir Cinde Permai, sebuah toko bangunan tampak sibuk dengan hiruk-pikuk transaksi. Rak-raknya penuh, tumpukan semen tertata rapi, dan deretan baut berkilau di bawah lampu toko. Siapa sangka, beberapa tahun lalu, tempat yang kini dikenal sebagai Toko Pelita Jaya ini hanyalah ruang sunyi yang berdebu dan hampir mati.

Di balik tumpukan sak semen yang berat dan deretan besi yang kaku di Toko Pelita Jaya, ada sepasang tangan perempuan yang tak pernah lelah bekerja. Perempuan itu bernama
Yanti.

Bagi perempuan berusia 37 tahun itu,
debu material bukan lagi musuh, melainkan kawan setia dalam perjalanan panjang menyelamatkan harga diri keluarga. Yanti bukan sekadar pengusaha, ia adalah seorang putri yang memilih melawan arus demi menjaga kehormatan warisan ayahnya.

​Toko ini sejatinya telah berdiri selama tujuh tahun. Dulu, sang ayah membangunnya dengan keringat hingga menjadi andalan warga sekitar. Namun, roda kehidupan berputar. Kesehatan sang ayah yang menurun drastis membuat nadi usaha ini melemah. Stok barang menguap, pelanggan pergi, dan Pelita Jaya pun berada di ambang kehancuran.

​Melihat rak-rak yang kosong dan toko yang nyaris tak beroperasi, Bu Yanti dihadapkan pada dilema besar. Ia tak punya pengalaman di dunia konstruksi. Ia tak paham perbedaan spesifikasi besi atau jenis-jenis baut. Namun, ia punya satu hal. Ketidakterimaan melihat jerih payah orang tuanya hilang ditelan waktu.

​”Awalnya saya benar-benar ragu. Saya tidak paham soal material, bahkan cara belanja barang pun saya buta. Tapi saya yakin, kalau saya tidak mencoba, usaha ini akan benar-benar hilang,” kenang Bu Yanti dengan mata berkaca-kaca.

Keberanian itu berwujud tindakan nyata. Tanpa gengsi, Bu Yanti turun tangan langsung membersihkan debu yang telah lama mengendap di toko itu. Dengan modal yang sangat terbatas, ia mulai memutar otak. Ia tidak langsung ambisius. Ia memulai dari dasar seperti semen, pasir batu bata dan cat. Ia mengumpulkan sisa barang yang masih layak dijual dan mulai membuka toko secara sederhana.

‎Selain itu, ia juga belajar langsung dari pelanggan dan pemasok mengenai jenis-jenis barang yang banyak dibutuhkan di pasaran. ‎Tidak hanya berhenti di situ, Bu Yanti melihat peluang lain untuk meningkatkan penjualan. Ia menyadari bahwa banyak masyarakat di sekitar tempat tinggalnya juga membutuhkan perlengkapan kendaraan. Dari situ, ia mulai menambah variasi dagangan dengan menjual baut serta perlengkapan motor.

‎Keputusan tersebut ternyata membawa dampak positif. Toko Pelita Jaya tidak hanya menjadi tempat membeli bahan bangunan, tetapi juga menjadi solusi bagi kebutuhan perlengkapan kecil seperti baut dan aksesoris motor yang sering dicari masyarakat. Strategi “jemput bola” terhadap kebutuhan harian masyarakat inilah yang menjadi pemantik awal kembalinya para pelanggan.

Bahan bangunan yang dijual di Toko Pelita Jaya.

Menjadi Inspirasi di Dunia Laki-laki

Perjalanan Bu Yanti tidaklah mulus. Ada hari-hari di mana ia hanya duduk menanti satu atau dua pembeli. Tak jarang, ia harus menelan pil pahit kerugian karena salah membeli stok atau ada stok yang tidak laku. Namun, baginya, kegagalan adalah biaya sekolah yang harus dibayar.

Namun, Bu Yanti tidak menyerah. Ia terus belajar, baik dari pengalaman pribadi maupun dari orang lain. Ia mulai memahami pola kebutuhan pelanggan, mengatur stok barang dengan lebih baik, serta menjalin hubungan yang baik dengan pemasok agar mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

​Ia membangun kembali kepercayaan yang sempat hilang dengan satu senjata utama, yakni pelayanan yang tulus. Menurutnya, kepercayaan pelanggan adalah hal yang paling penting dalam menjalankan usaha.

​”Kalau kita jujur dan ramah, pelanggan pasti kembali lagi. Itu yang saya pegang sampai sekarang. Bagi saya, setiap transaksi bukan sekadar pertukaran uang, melainkan cara menjaga amanah,” tegasnya.

Perlahan tapi pasti, perubahan mulai terlihat. Pelanggan lama mulai kembali, bahkan membawa pelanggan baru. Toko yang dulunya sepi kini mulai ramai, terutama saat musim pembangunan dan renovasi rumah.

Titik balik usaha Bu Yanti terjadi ketika beberapa tukang dan kontraktor kecil mulai mempercayainya sebagai pemasok material bangunan. Dari situ, pesanan mulai meningkat, bahkan dalam jumlah yang cukup besar.

‎Seiring dengan meningkatnya permintaan, Bu Yanti terus menambah jenis barang yang dijual. Kini, tokonya menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari, besi, paku, cat, alat pembangunan, hingga perlengkapan motor dan baut.

‎Setelah beberapa tahun berjalan, toko Pelita Jaya kini telah berkembang menjadi usaha yang stabil dan terus bertumbuh. Ia bahkan telah mempekerjakan beberapa karyawan untuk membantu operasional sehari-hari.

‎Tidak hanya itu, Bu Yanti juga mulai merencanakan pengembangan usaha ke depan, seperti memperluas toko, menambah gudang penyimpanan, serta memperbanyak jenis barang agar semakin lengkap.

Keberhasilan yang diraih Bu Yanti tentu bukan hal yang instan. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, serta keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan. Ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan dorongan untuk terus berusaha.

‎Kisahnya menjadi inspirasi, khususnya bagi para wanita, bahwa mereka juga mampu berperan dalam dunia usaha, bahkan di bidang yang selama ini dianggap berat dan didominasi oleh laki-laki.

‎Di akhir cerita, Bu Yanti menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna bagi siapa saja yang ingin memulai usaha.

‎“Mulai saja dulu dari yang kecil. Tidak perlu takut gagal, karena dari gagal kita belajar. Yang penting kita mau berusaha dan tidak mudah menyerah,” tutupnya

​Kini, setiap butir pasir dan paku di Pelita Jaya adalah saksi bisu, bahwa di tangan yang tepat, warisan keluarga tidak akan pernah benar-benar mati.

Toko Pelita Jaya bukan sekadar tempat jual beli bahan bangunan. Ia adalah monumen kemenangan seorang perempuan yang menolak menyerah pada keadaan, membuktikan bahwa fondasi terkuat sebuah bisnis adalah kasih sayang dan keberanian untuk mencoba. (Penulis: Fahmi Idris Tanjung, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang).

PROFIL USAHA:

​Nama Usaha: Toko Pelita Jaya

​Tahun Berdiri: Sekitar 2019 (Berjalan ± 7 Tahun)

​Alamat: Jalan Karet 24 Ilir Cinde Permai, Simpang 3 Masjid Nurul Khoir, Palembang.

Produk & Layanan

​Bahan Bangunan Utama: Semen, pasir, batu bata, besi, kayu, dan paku.

​Perawatan & Finishing: Berbagai jenis cat, kuas, dan alat pertukangan.

​Produk Tambahan (Spesialis): Berbagai macam jenis baut (lengkap) dan aksesoris/perlengkapan kendaraan motor.

​Layanan: Konsultasi kebutuhan material dan pengiriman barang untuk wilayah sekitar.

 

 

 

 


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here