Terdapat 174.453 KPM di Sumsel

75
Karo Kesra Sumsel Belman Karmuda

Palembang, SumselSatu.com

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki 174.453 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau masyarakat kurang mampu yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan memberikan bantuan kepada KPM yang tercatat layak menerima bantuan PKH.

Hal ini di sampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Selatan, Belman Karmuda, saat dijumpai di kantornya, Kamis (16/11/2017).

“Total KPM yang menerima bantuan PHK berjumlah sebanyak 174.453 keluarga yang memang layak menerima bantuan. Kota Palembang paling banyak dengan 29.720 KPM dan Kota Pagaralam paling kecil dengan jumlah 2.272 KPM, ” ungkap Belman yang mantan Plt Kepala Dinas Sosial Sumsel ini.

Belman yang baru menjabat Karo Kesra dua hari yang lalu mengungkapkan, kebayakan dari KPM yang mendapatkan bantuan PKH merupakan ibu-ibu atau janda-janda yang bercerai dengan suaminya baik itu cerai hidup ataupun cerai mati (Meninggal-red).

“Ketika mereka di tinggal suaminya, ada di antara ibu-ibu ini harus membesarkan anak-anak yang masih sekolah ataupun yang masih disusui”, kata Dia.

Memang, lanjut Belman, kriteria penerima bantuan PHK ini banyak menjurus kepada keluarga yang kurang mampu dan ibu-ibu yang ditinggal suaminya tetapi masih memiliki tanggungan harus menafkahi anak-anaknya yang masih kecil atau yang masih harus di asuh oleh ibunya, akan tetapi dengan catatan keluarga itu memang kurang mampu atau miskin.

“Ya, Program keluarga Harapan, menyasar keluarga muda. Maupun keluarga yang tidak mampu, di berikan jaminan bagi anak anak yang sekolah, ibu ibu yg menyusui dan melahirkan, itu yang di berikan bantuan dari pemerintah”, tegasnya.

Dari 174.453 KPM penerima bantuan PKH yang ada di Sumsel memiliki pendamping PKH sebanyak 711 orang untuk seluruh wilayah Sumsel.

“711 orang ini kurang lebih mendampingi sebanyak 250 KPM,” terang Belman.

Para pendamping PKH ini bertugas untuk membantu KPM yang kesulitan untuk mencairkan bantuan yang mereka terima seperti cara pengambilan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Kebanyakan mereka penerima PHK ini tidak ada yang memiliki ATM sedangkan dana PHK itu hanya dapat dicairkan melalui Bank atau tidak manual lagi, jadi untuk itu disediakan para pendamping ini agar dapat membantu KPM yang kesulitan mencairkan dana bantuan PHK”, ujarnya.

Ditambahkan Belman, nominal yang diperoleh dari masing-masing KPM yang mendapatkan bantuan PHK yakni sebesar 2 juta rupiah, dan dibayarkan per-3 bulan sekali.

“Dulunya bantuan PHK ini berbeda-beda nominalnya sesuai kebutuhan dari masing-masing KPM. Tapi, sekarang semuanya di lsamaratakan agar tidak terjadi kecemburuan”, pungkasnya.

Berikut data Penerima bantuan PKH dan Pendamping dari seluruh kab/kota di provinsi Sumsel yang di dapatkan dari Dinas Sosial Provinsi Sumsel :

1. Kab Banyuasin berjumlah 18.331 KPM dengan 79 orang Pendamping.

2. Kab OKU berjumlah 22.198 dengan 90 orang pendamping.

3. Kota Palembang berjumlah 29.720 KPM dengan 111 orang pendamping.

4. Kota Pagaralam berjumlah 2.272 KPM dengan 11 orang pendamping.

5. Kab Lahat berjumlah 9.012 KPM dengan 34 Pendamping.

6. Kota Prabumulih berjumlah 4.438 KPM dengan 17 pendamping.

7. OKU Selatan berjumlah 7.703 KPM dengan 33 pendamping.

8. Kab Muba berjumlah 11.352 KPM dengan 48 pendamping.

9. Kab Ogan Ilir berjumlah 10.175 KPM dengan 41 pendamping.

10. Kab Musi Rawas berjumlah 10.434 KPM dengan 39 orang pendamping.

11. Kab Empat Lawang berjumlah 4.621 KPM dengan 21 orang pendamping.

12. Kab Muara Enim berjumlah 12.148 KPM dengan 59 orang pendamping.

13. Kota Lubuk Linggau berjumlah 5.195 KPM dengan 27 orang pendamping.

14. Kab OKU berjumlah 6.365 KPM dengan 28 orang pendamping.

15. Kab Muratara berjumlah 4.149 KPM dengan 16 orang pendamping.

16. Kab PALI berjumlah 3.386 KPM dengan 16 Pendamping.

17. Kab OKU Timur berjumlah 12.774 KPM dengan 41 orang pendamping.

Total jumlah 174.453 KPM dengan 711 orang pendamping di seluruh Provinsi Sumsel. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here