Palembang, Sumselsatu.com – Sriwijaya FC (SFC) kembali menelan hasil buruk usai takluk 2-3 saat dijamu Arema FC dalam lanjutan Liga 1 pekan 13, Jumat (7/7/2017) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kekalahan ini tidak lepas dari kelemahan pemain dalam mengantisipasi crossing lawan.
Pelatih caretaker SFC Hartono Ruslan mengatakan, pemain tetap menampilkan permainan atraktif meski skor akhirnya kalah.
“Pemain bermain bagus, kita berhasil cetak dua gol. Pemain patut dapat apresiasi,” kata Hartono Ruslan.
Menurut Hartono, anak asuhnya kerapkali kurang sigap saat mengantisipasi crossing lawan. Pemain kurang sigap untuk mematahkan serangan lawan dari crossing.
“Itu karena kurang konsentrasi saja. Nanti akan kita perbaiki, pastinya kita ucapkan selamat pada Arema,” ucapnya.
Hasil ini harus jadi motivasi bagi anak asuhnya untuk lebih baik lagi. Tak membawa pulang satu poin pun harus dibayar pada laga berikutnya. Di laga selanjutnya, Hyun Koo Cs harus dapat mencuri poin. SFC harus beranjak naik dari posisi ke-15 klasemen sementara. Punggawa Laskar Wong Kito harus bangkit dan menembus papan tengah.
Winger TA Musafri menambahkan, dia bersama rekan-rekannya sudah menjalankan instruksi dari pelatih. Kendati secara hasil, dia bersama rekan-rekannya kalah tipis dari Arema SFC, tapi dia merasa pemain tidak tertekan.
Dia bersama rekan-rekannya beberapa mengancam jala Kurnia Meiga dan bahkan mencetak dua gol. Laskar Wong Kito tetap memberikan tekanan dan terlihat seakan tidak sedang bermain di kandang Arema FC.
“Pemain tetap fight, jadi kita tidak kecewa secara permainan tapi kalau hasil kita memang kalah,” ucapnya.
Sementara itu Pelatih Arema FC Ajis Santoso mengakui, jika pemain SFC sangat merepotkan anak asuhnya. Singo Edan harus menang susah payah dari tim besutan Hartono Ruslan.
“Saya bisa bilang, Arema FC menang dramatis dari SFC,” ucapnya.
Pada babak pertama, gol pembuka laga yang dicetak Gonzales sempat membuat motivasi meningkat. Anak asuhnya semakin memegang kendali permainan.
Menurut dia, tim tamu berhasil mencetak gol penyeimbang lewat titik putih. Tapi beruntung babak pertama berakhir, sehingga pelatih punya kesempatan kembali membakar semangat anak asuhnya. Di ruang ganti, pemain kembali mendapatkan suntikan motivasi.
“Pemain yang tadinya sempat down, kembali bersemangat. Pemain yang tadinya mulai berubah kembali seperti biasanya,” ucapnya.
Dalam laga ini, pelatih sangat bersyukur karena Dendi Santoso berhasil mencetak dua gol, sehingga mengantarkan Arema pada kemenangan.
“Kini kita hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen PSM Makassar,” ucapnya.
Arema membuka skor menit ke-32 melalui sepakan Cristian Gonzales. SFC membalas ketertinggalan melalui aksi Beto Goncalves melalui titik penalti pada menit 48. Tim Laskar Wong Kito berbalik unggul melalui sepakan Beto Goncalves pada menit 57.
Arema menyamakan kedudukan melalui tendangan Dedi Santoso dari luar kotak penalti. Dendi kembali menjadi pahlawan setelah membuat kedudukan 3-2 bagi Arema. Ia mencetak gol kedua pada pertandingan ini melalui sundulan.
Selain itu, SFC harus kehilangan gelandang Yoo Hyun-koo setelah ia menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran kepada Ahmad Alfarizi. (Ari)