Pemprov Sumsel Turun Tangan Buntut Polemik Nakes Diduga Tak Berempati ke Pasien BPJS

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Chandra. (FOTO: SS 1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) merespons ramainya sorotan publik terhadap seorang tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melontarkan komentar tidak berempati kepada pasien BPJS di media sosial. Pemprov memastikan akan menelusuri kasus tersebut sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Chandra mengatakan Dinas Kesehatan Sumsel akan diminta menelusuri persoalan tersebut secara menyeluruh sebelum pemerintah mengambil langkah lanjutan.

“Kita akan meminta Dinas Kesehatan mengecek permasalahan ini sejauh mana,” kata Edward, Jumat (7/8/2026).

Edward menegaskan tenaga medis merupakan ujung tombak pelayanan publik yang dituntut tak hanya kompeten secara medis, tapi juga mampu berkomunikasi dan menunjukkan empati kepada pasien. Ia menyebut kualitas layanan kesehatan turut ditentukan oleh sikap dan etika nakes dalam berinteraksi dengan masyarakat, sehingga setiap persoalan yang berpotensi menggerus kepercayaan publik perlu dievaluasi.

Ia juga mengaitkan isu ini dengan program Sumsel Health Tourism yang tengah dikembangkan pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan. Menurutnya, kualitas pelayanan nakes harus terus dijaga agar tidak mencoreng citra sektor kesehatan Sumsel di tengah upaya tersebut.

Polemik ini bermula dari unggahan seorang dokter berinisial dr. Tamara Dewi Jasmine di akun Threads pribadinya, @tamdjs, yang dinilai warganet merendahkan pasien pengguna BPJS. Unggahan tersebut muncul setelah almarhum Yurizal Tri Chaerawan sempat mengeluhkan proses menunggu kamar rawat inap selama sekitar delapan jam sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dalam unggahannya, dokter itu disebut menyarankan penggunaan asuransi kesehatan swasta dan menyampaikan pernyataan yang oleh banyak pihak dinilai tidak mencerminkan empati seorang tenaga medis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak dokter maupun rumah sakit terkait terkait polemik tersebut. #doed

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here