Palembang, SumselSatu.com
Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) terus mendorong peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DPPM Kemdiktisaintek) Tahun 2026, Polsri melakukan pendampingan dan pembinaan kepada IKM SalRizCraft di Palembang.
“IKM ini (SalRizCraft-red) mengembangkan berbagai produk kreatif berupa tas handmade dan souvenir dengan memanfaatkan pelepah pisang sebagai bahan ramah lingkungan yang dipadukan dengan kain wastra Nusantara, khususnya wastra khas Palembang,” ujar Dr Divianto, SE, MM, kepada SumselSatu, Rabu (19/8/2026).
Divianto adalah ketua tim pengabdi yang melaksanakan PKM. Selain Divianto, ada Rezania Agramanisti Azdy, SKom, MCs, Keti Purnamasari, SE, MSi, serta mahasiswa Shabita Tri Julianti dan Nabila Putri Syaharani.
Sedangkan mitra program adalah IKM SalRizCraft, milik Rika Novalita, dan berdiri sejak 2020 di Jalan Dwikora 1 Gang Jaya No 1585, Sei Pangeran, Palembang.
Divianto menyampaikan, program pemberdayaan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, serta penguatan pemasaran.
“Tim memberikan pelatihan dan pendampingan teknologi produksi, manajemen produksi, quality control, inovasi desain produk, digital marketing, strategi promosi, branding, storytelling, serta pemanfaatan platform digital,” terang Divianto yang alumni SMP Santo Yosef Lahat itu.

Ia menjelaskan, pada aspek produksi, mitra mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kerapian, presisi, kualitas finishing, dan konsistensi produk.
“Pengembangan variasi produk juga dilakukan agar produk SalRizCraft semakin sesuai dengan kebutuhan pasar tanpa menghilangkan karakter ramah lingkungan dan identitas budaya Nusantara,” tambah lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Wiwaha Yogyakarta tersebut.
Divianto mengatakan, pada aspek pemasaran, tim memperkenalkan strategi digital marketing melalui media sosial serta pengembangan e-Katalog SalRizCraft Nusantara Pelepah Koleksi dan website SalRizCraftPelepah.com.
“Platform tersebut digunakan untuk menampilkan koleksi produk, profil usaha, informasi produk, serta memperluas akses calon konsumen terhadap produk SalRizCraft,” terangnya.
Kata Divianto, pendampingan juga diarahkan pada penguatan identitas merek melalui penyusunan brand guideline dan storytelling yang mengangkat nilai budaya serta pesan ramah lingkungan. Dengan demikian, produk tidak hanya ditawarkan sebagai kerajinan, tetapi juga memiliki cerita dan nilai budaya yang dapat meningkatkan daya tarik bagi konsumen.

(FOTO: SS1/IST)
Disampaikan Divianto, hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan level keberdayaan mitra pada aspek produksi sebesar 86,88 persen, sedangkan pada aspek pemasaran mencapai 87 persen.
“Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam menghasilkan produk berkualitas sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran,” kata dosen di Polsri itu.
Dia menyatakan, melalui program yang dilakukan, Polsri tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menghadirkan pendampingan secara langsung agar teknologi, inovasi produk, dan strategi pemasaran dapat diterapkan secara berkelanjutan. Pemanfaatan pelepah pisang sebagai bahan bernilai tambah sekaligus penguatan wastra Nusantara menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi kreatif yang ramah lingkungan dan berbasis potensi lokal.
“Program PKM ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian IKM SalRizCraft, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pendapatan, serta menjadikan produk kreatif berbasis pelepah pisang dan wastra Nusantara semakin kompetitif di pasar lokal maupun nasional,” kata Divianto. #arf










