Muratara Belajar Tuntaskan Kemiskinan ke Banyuwangi

62
CINDERAMATA----Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko (kiri) memberikan cinderamata kepada Bupati Muratara M Syarif Hidayat, Senin (25/9/2017). (FOTO: SS1/Hengky).

Banyuwangi, SumselSatu.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengapresiasi Pemkab Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang menargetkan keluar dari label kabupaten tertinggal. Hal itu terlihat dari antusias dan semangat jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muratara belajar di Banyuwangi.

Rombongan Pemkab Muratara dipimpin langsung Bupati M Syarif Hidayat dan Sekretaris Daerah (Sekda) Abdullah Maktjik.

Saat berkunjung ke Pemkab Banyuwangi, mereka belajar bagaimana cara Kabupaten Banyuwangi menuntaskan angka kemiskinan.

“Banyak rombongan yang kami bawa untuk belajar ke sini, sebenarnya semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah mau ikut. Memang kami ke sini mau belajar, bagaimana Kabupaten Banyuwangi mendapatkan prestasi, khususnya dalam penurunan angka kemiskinan,” ujar M Syarif Hidayat saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemkab Banyuwangi, Senin (25/9/2017).

Dia menyampaikan, Muratara yang pada 11 Juni 2017 merayakan Hari Jadi Ke-IV, dihadapkan dengan label desa tertinggal sesuai dengan keputusan presiden. Muratara memiliki tujuh kecamatan, dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang luar biasa. SDA yang ada harus ditopang dengan sumber saya manusia (SDM) yang handal dan program tepat sasaran.

Selain prestasi penurunan angka kemiskinan, ada prestasi lain yang perlu Muratara contoh dari Banyuwangi.

“Seperti yang kami catat, nilai kerja terbaik dalam pengelola keuangan tingkat nasional dan role model pelayanan publik yang semuanya perlu kami pelajari,” kata Syarif.

Dia menjelaskan, visi Muratara mewujudkan Muratara yang makmur, aman, cerdas, dan bermartabat. Syarif menyampaikan, selain pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi prioritas, pihaknya juga melakukan pembangunan non fisik dalam hal keagamaan.

“Kami masih memprioritaskan pembangunan daerah sesuai skala prioritas, tetapi perlu juga keseimbangan  untuk pembangunan non fisik berupa mental agama dengan mengirimkan  ribuan santri dan santriwati untuk menjadi Tahfiz Qur’an. Mudah-mudahan Muratara bisa mengikuti jejak Kabupaten Banyuwangi bahkan kalau bisa ke depannya bisa sama,” kata Syarif.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas diwakili Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bupati Muratara.

Dia menyampaikan, Banyuwangi memiliki luas wilayah 5782,50 kilometer (Km), dengan jumlah penduduk 1.594.083 jiwa dan tersebar di 25 kecamatan dan 217 desa/kelurahan.

“Sebelum 2010 hingga saat ini untuk angka kemiskinan sebesar 20,9 persen menjadi 8,7 persen, atau menurun 11 persen,” kata Yusuf.

Hal itu terwujud atas adanya sinergitas antar OPD, dan desa mandiri, khususnya pemuda yang kreatif dengan banyak melakukan kegiatan di luar kabupaten.

“Yang paling menunjang turunnya kemiskinan yakni adanya even, seperti festival-festival, sehingga perekonomian mereka meningkat. Tahun ini saja ada 72 kegiatan festival, baik tingkat nasional maupun internasional yang diikuti oleh manca negara, bahkan terdekat akan dilakukan balap sepeda yang diikuti 40 negara,” katanya.

Dia menambahkan, selain budaya untuk keagamaan digelar, seperti festival sholawat dan festival 1000 anak yatim.

“Mudah mudahan bisa saling belajar, kami juga perlu belajar kepada Kabupaten Muratara,” kata Yusuf. #ADV

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here